MAKASSAR –
**Borneonews - Mamuju**, DPRD Provinsi Sulawesi Barat telah menjalin kerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin untuk mengelola sumber daya maritim di wilayah tersebut. Kesepakatan ini difokuskan pada sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir. Musrah Awaluddin, Kepala Bagian Persidangan DPRD Sulbar, menjelaskan bahwa kerjasama ini bertujuan untuk menyusun naskah akademik yang akan menjadi acuan dalam pengelolaan potensi maritim. Naskah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah pesisir serta pelestarian lingkungan alam. Musrah menegaskan pentingnya kolaborasi ini dalam memperkuat kebijakan daerah terkait pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan. "Naskah akademik yang akan kami susun akan menjadi panduan yang lebih efektif dalam pengelolaan potensi maritim, serta mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir dan kelestarian lingkungan," ungkapnya. Lebih jauh, ia berharap naskah akademik itu bisa menghasilkan kebijakan strategis yang mendorong pertumbuhan sektor kelautan dan perikanan Sulbar. Ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan aspek ekonomi dan lingkungan. Naskah akademik ini direncanakan untuk mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan potensi ekonomi, kelestarian lingkungan, dan perlindungan hak-hak nelayan setempat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ekonomi di wilayah Sulawesi Barat. Selain itu, naskah akademik ini juga akan berfungsi sebagai referensi dalam penyusunan peraturan daerah (Perda). Perda tersebut diharapkan dapat mengatur tata kelola yang baik terhadap sumber daya kelautan dan perikanan di Sulbar. Upaya penyusunan naskah akademik ini diharapkan dapat dilakukan secepatnya pada tahun ini. ANTARA