JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Kontingen Aceh menutup acara defile atlet dalam pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara. Upacara pembukaan ini dilaksanakan di Stadion Harapan Bangsa di Banda Aceh pada malam hari. Dalam perhelatan ini, sebanyak 906 atlet dan ofisial dari provinsi tuan rumah turut serta, menggambarkan semangat dan dukungan yang tinggi dari Aceh. Para atlet melangkah dengan gembira diiringi oleh penampilan *marching band* serta dua maskot PON XXI, yakni Gajah Putih yang dikenal dengan nama Po Meurah dan Harimau Sumatera bernama Matra. Mereka memasuki *venue* utama dengan penuh semangat. Peserta defile dari Aceh terlihat kompak mengenakan seragam olahraga berwarna merah yang dipadukan dengan aksen putih, kuning, dan hijau. Saat berkeliling di sekitar *venue*, mereka melambai-lambaikan tangan sembari menggenggam topi putih yang bertuliskan "Aceh". Sebelumnya, defile atlet dimulai dengan kehadiran Kontingen Provinsi Bali, diikuti oleh kontingen dari provinsi lain. Menjelang akhir urutan, tampil tiga kontingen dengan status istimewa, yaitu Ibu Kota Nusantara (IKN), Sumatera Utara, dan Aceh. Sumatera Utara berperan sebagai co-host dalam acara PON kali ini bersama Aceh. Di sisi lain, untuk IKN, PON tahun ini menjadi pengalaman perdana. Pada malam yang sama, defile atlet juga dilaksanakan di Stadion Baharoeddin Siregar yang terletak di Deli Serdang. Pj Gubernur Aceh menyampaikan sambutan yang penuh makna. Beliau berkata, “Dari Bumi Serambi Mekkah, PON XXI bermaskot gajah, catat Aceh dalam sejarah, sambut tamu senyum penuh merekah. Dari ujung barat NKRI, gema PON ke penjuru negeri, selamat datang Bapak Jokowi, terimalah uluran salam dari kami.” Ucapan ini disampaikan saat segmen defile dan pengibaran bendera PON XXI telah selesai. PON 2024 merupakan momen bersejarah lantaran menjadi pertama kalinya pergelaran olahraga multi-event nasional ini diadakan secara bersama di dua provinsi, Aceh dan Sumatera Utara. Ajang ini akan mempertandingkan sebanyak 65 cabang olahraga dengan rincian 87 disiplin dan 1.042 nomor pertandingan yang berlangsung di 20 kabupaten dan kota di kedua provinsi tersebut. Empat daerah otonomi baru, yaitu Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan, juga memperlihatkan kebangkitan mereka dengan debut di PON kali ini, yang turut diikuti oleh kontingen IKN. Sebanyak 13.000 atlet bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam kompetisi bergengsi ini hingga upacara penutupan yang dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2024. ANTARA