**Borneonews - Banda Aceh**, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, menyatakan pentingnya pembangunan fasilitas panjat tebing berstandar internasional di setidaknya empat daerah di Indonesia. Ia mengusulkan, daerah yang dimaksud terdiri dari Kalimantan Barat, Bali, Jawa Timur, dan Banten sebagai prioritas untuk pengembangan arena panjat tebing.
Pernyataan ini disampaikan Yenny saat menghadiri Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatra Utara, khususnya di area panjat tebing dan lokasi pembukaan acara olahraga empat tahunan tersebut. Ia menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah yang memiliki atlet berprestasi, terutama mereka yang telah berhasil mewakili Indonesia pada Olimpiade.
Yenny berencana agar pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih untuk pembangunan fasilitas yang diperlukan, sehingga atlet yang memiliki jejak prestasi bisa berlatih di tempat yang memadai. Ia menjelaskan, FPTI berkomitmen untuk mendorong pemerintah lokal agar prioritas tersebut diakomodasi, khususnya untuk daerah-daerah yang telah mengeluarkan atlet unggulan.
Diakui Yenny, walaupun ada beberapa arena panjat tebing yang cukup layak di berbagai daerah, jumlah yang memenuhi syarat *international standard* masih terbilang sedikit. Hal ini menjadi tantangan mengingat FPTI akan menyelenggarakan kejuaraan dunia panjat tebing pada tahun 2025, dan lokasi yang dipilih salah satunya adalah Bali. Pilihan ini didasari oleh kesiapan infrastruktur yang ada, termasuk akomodasi dan aksesibilitas melalui bandara internasional.
Yenny juga menekankan kebutuhan untuk meratakan pembinaan atlet panjat tebing di seluruh Indonesia agar tidak hanya terfokus di Jakarta. Ia berharap, dengan pembangunan fasilitas di daerah lain, proses pembinaan bisa lebih merata dan menciptakan peluang bagi lebih banyak atlet untuk bersinar.
Pada PON XXI Aceh-Sumut, cabang olahraga panjat tebing mempertandingkan 16 nomor, dengan empat di antaranya sudah memasuki babak final, yaitu *combined* (boulder and lead) untuk putra dan putri, serta speed relay untuk kedua kategori tersebut. Pertandingan diikuti oleh 26 provinsi dengan total 188 atlet yang terdiri dari 103 atlet putra dan 85 atlet putri.
PON XXI dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo di Stadion Harapan Bangsa di Banda Aceh. Meskipun acara tersebut baru dibuka, beberapa pertandingan untuk cabang olahraga lain telah dimulai sejak awal bulan September 2024. PON kali ini menjadi yang pertama diadakan secara bersamaan di dua provinsi, Aceh dan Sumatera Utara, dengan total 65 cabang olahraga, 87 disiplin, dan 1.042 nomor pertandingan yang digelar di 20 kabupaten/kota.
Empat daerah otonomi baru serta kontingen Ibu Kota Nusantara (IKN) juga berpartisipasi dalam PON ini. Sekitar 13.000 atlet akan berkompetisi untuk meraih prestasi terbaik mereka hingga upacara penutupan yang dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2024.
ANTARA
FPTI Dorong Pembangunan Fasilitas Panjat Tebing di Empat Daerah
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Ganda Putri Isyana/Rinjani Sabet Gelar Juara Indonesia Masters
Arema FC Libas Dewa United 4 Gol Tanpa Balas
Veda Ega Alihkan Fokus ke GP Malaysia Usai GP Australia Batal
Shin Tae-yong Tekankan Pembinaan Usia Dini untuk Majukan Sepak Bola
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







