BOGOR –
**Borneonews - Sukabumi**, Puluhan hewan ternak yang dimiliki oleh warga Desa Gandasoli, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diduga diserang oleh hewan buas dalam sebulan terakhir. Hewan yang diketahui terdiri dari kambing dan domba ini diduga merupakan mangsa harimau yang berasal dari hutan Gunung Salak. Kepala Desa Gandasoli, Ece Kurniawan, menjelaskan bahwa banyak warga yang mengeluhkan kehilangan atau matinya hewan ternak mereka. "Dalam kurun waktu sebulan terakhir, sejumlah pemilik ternak telah melaporkan kepada kami bahwa mereka kehilangan hewan ternak akibat serangan harimau," ujarnya. Pengaduan tersebut menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat setempat. Ece mencatat bahwa lebih dari 20 ekor hewan ternak telah menjadi korban dari serangan ini. Berdasarkan pendataan, lokasi-lokasi penyerangan terjadi di Kampung Cikubang, Cikedok, dan Cibereum, ketiga titik ini terletak dekat dengan hutan Gunung Salak. Meskipun insiden serupa terjadi setiap tahun, tetapi pada tahun ini, serangan harimau terhadap hewan ternak dilaporkan mencapai jumlah yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Walau belum terdapat laporan mengenai adanya korban jiwa dari warga akibat serangan harimau, Ece menyarankan agar masyarakat tetap waspada. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat dan Taman Nasional Gunung Halimun dan Salak (TNGHS) untuk menindaklanjuti situasi yang memprihatinkan ini. Belum lama ini, pihaknya mendapat informasi dari peneliti yang telah mengunjungi lokasi-lokasi serangan hewan ternak. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi jenis penyebab serangan yang terjadi. Meskipun demikian, besar kemungkinan hewan yang menyerang adalah harimau. Salah seorang warga Kampung Cikedok, Engkar, mengungkapkan bahwa lima ekor kambingnya menjadi korban serangan. Dari jumlah tersebut, empat kambing ditemukan dalam kondisi sekarat, di mana dua di antaranya telah mati dan satu kambing lainnya hilang. "Kejadian ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, kami juga kehilangan satu ekor kambing," ungkap Engkar. Engkar juga menambahkan bahwa dirinya belum dapat memastikan jenis hewan buas yang menyerang ternaknya, apakah harimau atau macan. Namun, banyak di antara tetangganya yang berpendapat bahwa hewan tersebut adalah harimau. "Kami sangat membutuhkan bantuan dari instansi terkait agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Masyarakat sangat bergantung pada ternak ini sebagai mata pencaharian," katanya. Selain kekhawatiran akan kehilangan ternak, Engkar juga merasa cemas akan kemungkinan serangan yang dapat mengancam keselamatan keluarganya. Oleh karena itu, ia meminta kepada pihak keamanan untuk segera mengambil tindakan agar tidak ada warga yang menjadi korban dari serangan hewan buas ini. ANTARA