BORNEONEWS, Kasongan - Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Katingan Karyadi meminta kepada pihak pemerintah daerah melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) setempat agar proaktif memonitoring tenaga kerja yang ada di Bumi Penyang Hinje Simpei.
Karyadi mengatakan itu mengingat dengan maraknya pemberitaan baik di media masa dan media sosial terhadap masuknya buruh dari negara tirai bambu China.
"Maka kami pandang pemerintah baik tingkat pusat dan daerah harus mengeriusi permasalahan tenaga kerja asing (TKA) karna akan menguras peluang tenaga kerja lokal, saat lapangan pekerjaan di Indonesia belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, pekerja asing justru di beri peluang masuk dengan mudah," ujar Karyadi kepada Borneonews, Senin (25/7), via seluler.
Terkait dengan kebijakan itu, pihaknya selaku lembaga DPRD berharap kepada pemerintah daerah melalui dinas tenaga kerja dan transmigrasi agar proaktif mengawasi penyebaran tenaga kerja baik yang bekerja di perkebunan, pertambangan dan perkayuan serta sektor sektor lain yang berhubungan dengan tenaga kerja.
"Padahal dengan mendahulukan pekerja lokal dibandingkan dengn tenaga kerj asing banyak keuntungan yang akan di dapat oleh daerah. Misalnya pengangguran akan berkurang dan kemuskinan dapat di tanggulangi secara cepat," cetusnya.
Pengawasan oleh instansi terkait, lanjutnya, sangat penting agar dapat tenaga kerja lokal tetap diutamakan. Apalagi, isu serbuan buruh dari negara tetangga (china) mencuat ke permukaan dengan jumlah sangat fantastis 10 juta orang.
"Hadirnya tenaga kerja ini jangan sampai melukai perasaan jutaan tenaga kerja kita. Inilah yang harus pengawasan oleh dinas sosial, tenaga kerja dan transmigrasi khususnya di wilayah Kabupaten Katingan," pungkasnya. (HAIRUL SALEH/m)








