**Borneonews - Pesisir Timika**, PT Freeport Indonesia (PTFI) bekerja sama dengan Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) dalam pengembangan ekonomi berbasis bambu yang inovatif dan berkelanjutan di wilayah Pesisir Timika, Papua Tengah. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian yang dilakukan oleh Wakil Presiden Direktur PTFI, Jenpino Ngabdi, dan Ketua YBLL, Monica Tanuhandaru, yang berlangsung di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada hari Minggu.
Dalam kesempatan tersebut, Jenpino menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen PTFI dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat serta pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut. Ia menyatakan, "Kerja sama ini menegaskan komitmen PTFI untuk melaksanakan kegiatan operasi pertambangan yang bertanggung jawab serta memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat."
Sebagai bagian dari implementasi kerja sama ini, Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) yang berasal dari Keuskupan Timika akan berkolaborasi dengan YBLL untuk menyediakan pelatihan intensif kepada masyarakat. Pelatihan ini akan mencakup aspek pembibitan, penanaman, serta pemanenan bambu yang akan dilaksanakan di lokasi-lokasi tertentu.
Kegiatan penanaman juga akan dilakukan di lokasi demontrasi di Timika, diikuti dengan pendampingan dan pemantauan di tiga lokasi yang direncanakan, yakni Kampung Nayaro, Tipuka, dan Ayuka di Mimika, Papua Tengah, serta beberapa wilayah di Indonesia secara keseluruhan.
Sejak tahun 2006, KMBL telah berperan sebagai mitra PTFI dalam upaya pemberdayaan masyarakat di dataran rendah dan pesisir Kabupaten Mimika. Kolaborasi ini bertujuan untuk membangun model pengembangan ekonomi bambu yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkelanjutan, guna mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di level lokal.
Bambu dikenal memiliki karakteristik yang menguntungkan. Satu rumpun bambu yang sehat, misalnya, dapat menyimpan hingga 3.600 liter air dan menyerap 3,33 ton CO2 ekuivalen. Dengan lebih dari 1.500 jenis penggunaan, bambu menawarkan potensi yang besar untuk pengembangan ekonomi.
Ketua YBLL, Monica Tanuhandaru, menambahkan bahwa program ini akan memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa program ini dijalankan dengan mengembangkan model budidaya bambu yang berkelanjutan, menggunakan metode hutan bambu Lestari, yang telah diperkenalkan oleh YBLL di Timika. Selain itu, akan ada pelatihan lanjutan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang dalam pemanfaatan bambu, perawatannya, serta pendampingan yang berkelanjutan.
Program ini tidak hanya mencakup pelatihan dan penanaman bambu, tetapi juga menyertakan inisiatif pemberdayaan perempuan dengan fokus khusus pada anggota perempuan dalam program pelatihan dan implementasi.
PTFI, bersama Pemerintah Kabupaten Mimika dan masyarakat setempat, juga berupaya untuk mempercepat restorasi ekosistem mangrove di muara Sungai Ajkwa, Mimika. Salah satu metode yang diterapkan adalah dengan penggunaan *bamboo structure* untuk menangkap sedimentasi dari limbah tambang (*tailing*) dan mengubahnya menjadi daratan baru yang ditanami mangrove.
Struktur bambu ini dirancang untuk menangkap dan menahan sedimen dengan cara menyusun bambu dalam bentuk huruf "E" atau "T", yang sering kali disebut sebagai *E-Groin* atau *T-Groin*.
Program restorasi ini melibatkan 18 kelompok masyarakat yang berasal dari Suku Kamoro, yang tinggal di area dataran rendah Kabupaten Mimika. Dari akhir tahun 2022 hingga 2024, PTFI berkomitmen untuk mempekerjakan 200 orang yang berasal dari Suku Kamoro.
Dengan demikian, diharapkan program ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ekonomi lokal, konservasi lingkungan, penyerapan karbon, serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
ANTARA
PTFI dan Yayasan Bambu Kembangkan Ekonomi Berkelanjutan di Papua
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Komentar (0)
Memuat komentar…







