**Borneonews - Banda Aceh**, Enam atlet legendaris dari Aceh terpilih sebagai pembawa bendera Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dalam upacara pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan diselenggarakan di Aceh-Sumatera Utara pada tahun 2024. Acara pembukaan dijadwalkan berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada Senin malam.
Keenam atlet yang membawa bendera tersebut adalah Murisnawati, Cut Risna Arita, Mardani, Reza Fahlevi, Muhammad Iqbal, dan Maimun. Masing-masing dari mereka telah mencatatkan prestasi yang membanggakan di kancah olahraga.
Murisnawati, seorang atlet anggar, dikenal berkat prestasinya yang gemilang. Ia berhasil meraih medali emas di *SEA Games* yang diselenggarakan di Manila pada tahun 1991 serta medali perak dalam nomor beregu putri di *SEA Games* Jakarta pada tahun 1997.
Mardani, yang juga seorang atlet dan pelatih anggar, tidak mau kalah dalam pencapaian. Ia pernah meraih medali emas di beregu *SEA Games* Manila 1991 dan memperolehnya juga di PON VII Jakarta pada tahun 1996.
Atlet anggar lainnya, Cut Risna Arita, mencatat sejarah dengan meraih medali perunggu di Southeast Asian Fencing Federation (SEAFF) yang berlangsung di Brunei Darussalam dan medali perunggu di *SEA Games* Jakarta-Palembang 2011.
Reza Fahlevi, yang dikenal sebagai atlet balap motor, menorehkan prestasi dengan memenangkan medali emas pada PON Kalimantan Timur 2008.
Kemudian, Muhammad Iqbal, seorang atlet tarung derajat, menjadi sorotan setelah berhasil meraih medali emas dalam PON Riau 2012 dan mengantongi tiga medali emas di PON Papua pada tahun 2021.
Maimun, atlet pencak silat, juga memiliki catatan gemilang. Ia meraih medali emas di PON Palembang 2004, serta mendapatkan medali perunggu dalam Kejuaraan Dunia Pencak Silat yang diadakan di Singapura pada tahun 2004.
Setelah bendera dibawa oleh keenam atlet tersebut, penyerahan bendera dilakukan kepada pasukan pengibar bendera (paskibra) Aceh. Seremoni kemudian dilanjutkan dengan pembacaan janji atlet yang diwakili oleh atlet panjat tebing Veddriq Leonardo, serta pembacaan janji wasit oleh K. S. Hendry Indrayani Oka, seorang wasit dari cabang olahraga menembak.
PON 2024 ini akan menjadi momen bersejarah, menjadi kali pertama event olahraga multi-event nasional ini diselenggarakan bersamaan di dua provinsi, yaitu Aceh dan Sumatera Utara. Sebanyak 65 cabang olahraga, 87 disiplin, dan 1.042 nomor pertandingan akan dipertandingkan di 20 kabupaten dan kota di kedua provinsi tersebut.
Acara ini juga menjadi kesempatan bagi empat daerah otonom baru, yakni Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan, untuk turut ambil bagian dalam pengalaman debut mereka di PON. Kontingen Ibu Kota Nusantara (IKN) juga akan berpartisipasi dalam kompetisi yang bergengsi ini.
Diperkirakan akan ada sekitar 13.000 atlet yang bersaing untuk meraih gelar yang terbaik hingga upacara penutupan yang direncanakan berlangsung pada tanggal 20 September 2024. PON kali ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang untuk mempertandingkan prestasi, tetapi juga menjadi ajang unjuk kemampuan hasil pembinaan atletik di seluruh daerah.
ANTARA
Enam Atlet Legendaris Aceh Bawa Bendera di PON XXI 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pelajar SMA Palangka Raya Raih Medali Emas Kompetisi Riset Internasional
SMAN 3 Kasongan Terima Dua Interactive Panel Display dan Starlink
Kholidin/Noviera Raih Perak para Panahan Asian Para Games 2026
Petani Tradisional Dituding Sebabkan Karhutla, Akademisi Ilmu Pertanian Angkat Suara
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







