BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarbaru, Kalimantan Selatan**, Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan menginformasikan bahwa kondisi inflasi di daerah ini terpantau dalam keadaan terkendali. Pada basis *year to year* (yoy), inflasi nasional tercatat mencapai 2,12 persen, sementara untuk Kalimantan Selatan berada pada angka 1,71 persen. Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Sulkan, menyampaikan kabar gembira tersebut di Banjarbaru. Ia mengungkapkan rasa syukur karena inflasi tetap dalam kondisi yang aman baik di tingkat nasional maupun lokal. Dalam usaha pengendalian inflasi, Sulkan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalsel mengikuti Rapat Pengendalian Inflasi Daerah secara daring bersama Kementerian Dalam Negeri. Dalam kesempatan ini, Sulkan juga mencatat bahwa Provinsi Kalsel kini masuk dalam kategori 10 provinsi dengan tingkat inflasi terendah. Lebih lanjut, Sulkan menjelaskan bahwa Provinsi Kalsel berhasil menjaga inflasi *month to month* (mom) dengan baik, bahkan mencatat deflasi sebesar minus 0,03 persen. Hal ini menunjukkan kemampuan daerah dalam mengelola perubahan harga yang terjadi. Pada minggu ini, Sulkan memaparkan bahwa terdapat Indeks Perkembangan Harga (IPH) tertinggi di tiga kabupaten di Kalimantan Selatan. Kabupaten Tanah Bumbu mencatat IPH sebesar 2,15 persen, disusul Batola dengan 1,37 persen, dan Banjar dengan 0,17 persen. Penyerapan harga ini diakibatkan oleh peningkatan harga beberapa komoditas penting seperti daging ayam ras, bawang merah, cabai merah, jeruk, serta bawang putih. Sulkan menambahkan bahwa kondisi inflasi di Kalimantan Selatan masih tergolong normal. Kenaikan harga yang terjadi, menurutnya, adalah cerminan dari peningkatan kebutuhan masyarakat. Ini sejalan dengan adanya kegiatan keagamaan rutin yang berlangsung di bulan Rabiul Awal, yang memicu permintaan masyarakat akan sejumlah barang. Dengan demikian, pemantauan dan pengendalian inflasi di Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan hasil yang positif, memberikan harapan untuk kestabilan ekonomi di daerah ini. ANTARA