BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kalimantan Selatan melaporkan bahwa realisasi aplikasi *digital pay* (Digipay) mencapai Rp5,1 miliar untuk periode Januari hingga Agustus 2024. Kepala Kanwil DJPb Kalsel, Syafriadi, menyampaikan bahwa selama periode tersebut terdapat 3.596 transaksi, yang mencerminkan kenaikan signifikan sebesar 343,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya untuk jumlah transaksi. Selain itu, nominal transaksi juga mengalami peningkatan sebesar 142,23 persen dari tahun ke tahun. Digipay, menurut Syafriadi, adalah aplikasi *marketplace* yang disediakan pemerintah bagi satuan kerja untuk melakukan belanja secara *online* dengan metode pembayaran yang menggunakan Kartu Kredit Pemerintah (KKP) atau *CMS*. Aplikasi ini diharapkan dapat menjembatani keterbatasan yang tidak diakomodasi oleh *marketplace* populer. Lebih lanjut, Syafriadi menjelaskan bahwa jumlah transaksi Digipay di Kalimantan Selatan didominasi oleh Kementerian Agama yang tercatat melakukan 1.240 transaksi. Sementara, Kementerian Hukum dan HAM menjadi yang tertinggi dalam hal nominal transaksi dengan total mencapai Rp875 juta. Dari data yang direkap dari KKP selama periode yang sama, terdapat 2.801 transaksi dengan total nominal mencapai Rp16,4 miliar. Jumlah transaksi juga mengalami peningkatan, yaitu sebesar 26,23 persen untuk jumlah dan 30,65 persen untuk nominal dibandingkan tahun lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan tercatat sebagai satuan kerja dengan transaksi terbanyak, mencapai 358 transaksi, sedangkan Kementerian Pekerjaan Umum menjadi yang tertinggi dalam nominal transaksi sebesar Rp3,3 miliar. Dari Januari hingga Juni 2024, realisasi KKP mencatat 111.279 transaksi dengan total nominal mencapai Rp4,9 triliun. Persentase penggunaan KKP di Kanwil DJPb Kalsel bahkan mencapai 86,65 persen dari total keseluruhan transaksi yang mencakup *CMS*, *Debit*, dan *Teller*. Syafriadi menambahkan bahwa hingga triwulan kedua tahun 2024, satuan kerja di lingkungan Komisi Pemilihan Umum Kalsel berhasil mencatatkan jumlah transaksi terbanyak, yaitu 56.627 transaksi, dengan total nominal mencapai Rp2,5 triliun. Secara nasional, hingga 31 Agustus 2024, Kanwil DJPb Provinsi DKI Jakarta melaporkan nominal transaksi tertinggi, yaitu Rp19,2 miliar dari 3.930 transaksi. Di sisi lain, Kanwil DJPb Kalsel mencatatkan total transaksi akumulatif terbanyak, mencapai 5.722 transaksi. Syafriadi menjelaskan bahwa semua satuan kerja mulai menggunakan Digipay sejak 1 April 2023, dengan data yang tetap berkembang hingga saat ini. Namun, dia juga menyoroti beberapa tantangan dalam implementasi *Cashless Society*. Tantangan tersebut antara lain pola pikir yang masih kaku dari satuan kerja dan vendor yang sulit untuk melakukan *shifting* serta kecenderungan untuk mempertahankan metode konvensional. Selain itu, pemahaman mengenai *Cashless Society* dan penggunaan teknologi masih belum merata, ditambah dengan keterbatasan penyedia atau pihak ketiga yang mampu melakukan transaksi non tunai. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Kanwil DJPb Kalsel telah merencanakan beberapa strategi, di antaranya adalah meningkatkan frekuensi edukasi serta memperkuat koordinasi antara satuan kerja, bank, dan vendor. Selain itu, pengawasan dan evaluasi secara berkala terhadap kemajuan implementasi akan dilakukan, serta penyerahan apresiasi (reward) untuk mendorong motivasi satuan kerja dan vendor. Pada kesempatan yang sama, Kanwil DJPb Kalsel memberikan penghargaan dalam bentuk Piagam kepada sembilan satuan kerja dan tiga vendor Digipay yang menunjukkan kinerja terbaik dalam implementasi *Digital Treasury* (Digipay, KKP, dan CMS) selama Semester I Tahun 2024. Untuk kategori Digipay, satker MAN Insan Cendikia Tanah Laut berhasil meraih peringkat pertama, diikuti oleh Ditreskrimsus Polda Kalimantan Selatan di peringkat kedua, dan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Batulicin di peringkat ketiga. Dalam kategori KKP, Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Negara Banjarmasin menduduki peringkat pertama, disusul oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalsel. Untuk kategori CMS, Kabupaten Banjar meraih peringkat pertama, diikuti oleh Sekretariat Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan dan KPU Kabupaten Hulu Sungai Utara. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Vendor Digipay Terbaik Semester I 2024, di mana CV. Gemilang Mas meraih peringkat pertama, diikuti oleh Toko Paperline dan KPN Rida. ANTARA