JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, PT Pos Indonesia menegaskan bahwa operasional layanan pengiriman mereka tidak mengalami gangguan meskipun telah terjadi kebakaran yang melanda area belakang Pos Bloc di Sawah Besar, Jakarta, pada Selasa subuh lalu. Corporate Secretary dan ESG PT Pos Indonesia, Tata Sugiarta, menyatakan bahwa aktivitas pengiriman tetap berjalan normal karena lokasi pengolahan kiriman terpisah dari gedung yang terkena dampak kebakaran tersebut. "Operasional kiriman tidak terganggu karena terpisah dari gedung *processing*," ungkapnya saat memberikan penjelasan kepada media di Jakarta pada Selasa pagi. Tata menjelaskan lebih lanjut bahwa kebakaran itu terjadi di area belakang Pos Bloc, yang merupakan sebuah lokasi multifungsi untuk pertemuan dan berbagai pilihan kuliner, berada di dekat Kantor Pos Indonesia di Pasar Baru, Jakarta Pusat. Peristiwa kebakaran tersebut dimulai pada pukul 00.30 WIB dan kemudian merambat ke bagian Masjid Al Abror yang terdapat di Gedung Pos. Dari informasi yang diterima, dugaan penyebab kebakaran adalah korsleting listrik yang terjadi di bagian freezer, yang kemudian menyulut api hingga mengarah ke tabung gas, menyebabkan ledakan di salah satu dapur gerai kopi yang ada di Pos Bloc. Tata menambahkan, "Sempat terdengar dan terjadi ledakan kurang lebih sebanyak 3 kali." Akibat dari kebakaran tersebut, Masjid Al Abror terpaksa ditutup untuk sementara waktu. "Kondisi pagi ini, seluruh (bagian) masjid tidak dapat digunakan untuk aktivitas shalat lima waktu," jelasnya. Meskipun demikian, PT Pos Indonesia berusaha untuk memastikan bahwa jasa pengiriman mereka tetap berjalan dengan normal. ANTARA