JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Seorang pengamat komunikasi politik, Hendri Satrio, memprediksi bahwa Presiden Joko Widodo kemungkinan akan mengangkat pelaksana tugas untuk mengisi posisi Sekretaris Kabinet yang ditinggalkan oleh Pramono Anung. Dalam pandangannya, di tengah situasi menjelang berakhirnya masa jabatan Presiden, langkah ini dianggap lebih layak dibandingkan melakukan perombakan kabinet secara menyeluruh. Hendri, yang akrab disapa Hensat, menyatakan bahwa ada kemungkinan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, akan menjabat sebagai Sekretaris Kabinet sekaligus mempertahankan posisinya sebagai Menkesneg. Hal ini merupakan opsi yang efisien mengingat waktu tersisa bagi Presiden Jokowi yang semakin sedikit. Meskipun demikian, Hensat mengungkapkan bahwa peluang untuk melakukan perubahan kabinet masih terbuka. Hal ini bisa jadi untuk mempersiapkan calon-calon menteri yang nantinya akan menduduki posisi di pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Pernyataan tersebut disampaikan Hensat setelah melihat perubahan posisi di Kementerian Sosial, di mana Menteri Sosial sebelumnya, Tri Rismaharini, telah digantikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, sebagai Pelaksana Tugas. Tri Rismaharini mengundurkan diri untuk berkonsentrasi pada kontestasi di Pilkada Jawa Timur. Pengunduran dirinya tercatat dalam Keputusan Presiden Nomor 100/P Tahun 2024 yang menyatakan pemberhentian dengan hormat sebagai Menteri Sosial dalam Kabinet Indonesia Maju 2019–2024. Selain itu, Pramono Anung juga telah menyampaikan pengunduran dirinya kepada Presiden untuk fokus pada kampanye Pilkada Jakarta. Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, menjelaskan bahwa pengunduran diri Pramono Anung efektif mulai 22 September 2024. Ini menjadi langkah baru dalam dinamika politik menjelang masa transisi pemerintahan yang akan datang. ANTARA