JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Indonesia terus berupaya meningkatkan kerja sama dalam bidang perdagangan dan investasi dengan Vietnam. Hal ini disampaikan dalam acara perayaan Hari Nasional Vietnam ke-79 yang berlangsung di Jakarta pada Senin malam. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, yang diwakili oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian ESDM, Prahoro Nurtjahyo, menekankan pentingnya peningkatan kerja sama ini untuk mendukung pencapaian visi 2045. Ia memulai pernyataannya dengan merujuk pada kunjungan Presiden Joko Widodo ke Vietnam yang terjadi di awal tahun ini. Menurut Bahlil, kunjungan tersebut memberikan momentum penting bagi kedua negara untuk secara intensif meningkatkan hubungan bilateral. Ia berharap kolaborasi ini dapat mempromosikan kerja sama yang lebih praktis di berbagai bidang strategis. Dalam sambutannya, Bahlil menyatakan bahwa melalui hubungan persahabatan yang telah terjalin, Indonesia dan Vietnam dapat bersama-sama mengatasi berbagai tantangan dan memanfaatkan peluang untuk pertumbuhan serta pembangunan yang saling menguntungkan. Sebagai negara tetangga yang bersahabat, Indonesia dan Vietnam diharapkan dapat bersatu untuk mewujudkan visi menjadi negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2045. Untuk meraih tujuan tersebut, Bahlil menekankan pentingnya transisi dari bentuk kerja sama ekonomi dan perdagangan yang konvensional menuju kerja sama yang lebih kompetitif. Ini mencakup fokus pada inovasi, digitalisasi, serta pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Lebih lanjut, Bahlil juga menyatakan bahwa kedua negara sedang menyusun rencana aksi untuk pelaksanaan Kemitraan Strategis 2024-2028. Rencana ini akan menjadi panduan dalam meningkatkan kerja sama di berbagai bidang. Dalam upaya meningkatkan nilai perdagangan bilateral, kedua pihak menargetkan mencapai nilai sebesar 18 miliar dolar Amerika, setara dengan sekitar Rp278,2 triliun pada tahun 2028, serta mendorong investasi di sektor teknologi tinggi, dengan perhatian khusus pada industri kendaraan listrik. Di kesempatan yang sama, Bahlil mengucapkan terima kasih kepada Vietnam atas penyelenggaraan Dialog Kebijakan ke-10 antara Indonesia dan Vietnam yang berlangsung pada 27 dan 28 Agustus 2021. Forum tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan rekomendasi kebijakan dan memperkuat kolaborasi untuk memperdalam kemitraan strategis di antara kedua negara. Ia yakin bahwa kemitraan yang terjalin akan memberikan manfaat bagi rakyat kedua negara serta berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas kawasan secara keseluruhan. ANTARA