JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menunjukkan dukungan terhadap peningkatan anggaran bagi Badan SAR Nasional (Basarnas) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hal ini diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan serta penanganan bencana yang terjadi di wilayah Indonesia. Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyampaikan pendapatnya dalam sebuah keterangan resmi yang diterima di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa dukungan tersebut juga disertai dengan langkah proaktif dari pihaknya untuk meminta kepada Badan Anggaran (Banggar) DPR RI serta pemerintah, agar segera menindaklanjuti usulan penambahan anggaran untuk kedua lembaga tersebut. Lasarus menyatakan, “Kekurangan anggaran yang dihadapi akan kami komunikasikan kepada Badan Anggaran sebagai perantara untuk mendiskusikannya dengan pemerintah, terutama dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas.” Pernyataan ini menunjukkan komitmen DPR untuk memastikan bahwa pembiayaan yang tepat disediakan bagi lembaga-lembaga yang memiliki peranan penting dalam menghadapi bencana. Ia juga menambahkan bahwa setiap tahun, Basarnas dan BMKG mengalami kekurangan anggaran yang berkelanjutan. Namun, tahun ini, kekurangan tersebut terasa lebih signifikan setelah pembentukan Deputi Modifikasi Cuaca di BMKG yang tidak diimbangi dengan peningkatan anggaran. “Mereka menyampaikan bahwa, khususnya BMKG, terdapat organisasi baru, yaitu Deputi Modifikasi Cuaca. Deputi baru ini tidak mendapatkan anggaran tambahan. Dengan demikian, anggaran tetap, tetapi jumlah deputi bertambah,” lanjut Lasarus. Berkaitan dengan Basarnas, Lasarus menjelaskan bahwa penambahan anggaran sangat diperlukan untuk perawatan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan kebencanaan. Ia menekankan pentingnya perawatan peralatan secara berkala agar dapat berfungsi secara optimal saat dibutuhkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Peralatan yang berkualitas dan mumpuni sangat vital dalam upaya untuk mencegah terjadinya korban jiwa yang lebih banyak ketika bencana melanda. “Aspek-aspek ini harus menjadi perhatian pemerintah. Kami akan menyampaikan hal ini dalam surat resmi dari Komisi V kepada Badan Anggaran, dan selanjutnya kami percayakan kepada mereka bersama pemerintah untuk mengambil keputusan yang tepat,” ungkapnya. Sebelumnya, Basarnas juga telah menetapkan target untuk memenuhi seluruh kebutuhan peralatan baru pada tahun 2024. Hal ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas serta kemampuan penanganan bencana di Indonesia. ANTARA