BORNEONEWS, Palangka Raya - Provinsi Kalimantan Tengah dipercaya Kementerian Sosial Republik Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) pada Desember 2016. Suatu kegiatan nasional yang cukup membanggakan sekaligus memberikan tantangan bagi Kalteng sebagai tuan rumah.

Asisten III Setda Provinsi Kalimantan Tengah Bidang Kesejahteraan Rakyat  I Ketut Widhie Wirawan mengatakan itu saat membuka kegiatan Rapat Evaluasi Tahun 2016 dan Perencanaan Tahun 2017 Program Pembangunan Kesejahteraan Sosial Provinsi Kalteng di Hotel Luwansa, Senin (25/7/2016).

"Kita dituntut untuk mampu menjadi penyelenggara yang baik serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam keberhasilan kegiatan tersebut. Jangan seperti pelaksanaan MTQ kemarin, tiba-tiba Pemko menyatakan ketidaksanggupannya menjadi tuan rumah sehingga pemprov yang harus ambil alih," ungkap Widhi.

Pengalaman ini menurutnya terbilang berat lantaran saat itu gubernur dan wakil gubernur baru saja dilantik dan belum paham betul terkait pelaksanaannya.

"Saya minta jangan sampai seperti ini nanti. Saya selalu mengajak agar melakukan koordinasi yang kuat pada tahap persiapan dengan melibatkan semua pihak yang terlibat, sehingga permasalahan-permasalahan yang ada dapat diantisipasi sedini mungkin dan dicarikan jalan keluar yang sesuai kebutuhan yang ada," tambahnya.

Di sisi lain, lanjutnya, momentum HKSN merupakan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial bagi masyarakat Kalteng. Hal ini karena akan bertambahnya kuantitas program yang diberikan kepada masyarakat Kalteng seiring terkonsentrasinya berbagai kegiatan Kemensos yang difokuskan kepada lokasi penyelenggaraan HKSN.

"Kesempatan ini harus disertai dengan perencanaan yang matang untuk dapat mencapai target yang telah direncanakan sebelumnya," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/m)