MATARAM –
**Borneonews - Lombok Tengah**, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, yang terletak di Nusa Tenggara Barat (NTB), sedang dalam proses finalisasi pembuatan peta desa di seluruh wilayah terdiri dari 12 kecamatan. Ini merupakan langkah penting untuk mencegah terjadinya perselisihan batas wilayah antara desa-desa di daerah tersebut. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lombok Tengah, Lalu Rinjani, menjelaskan bahwa pembangunan peta desa sudah hampir sepenuhnya selesai. Dari total 142 desa yang ada di 12 kecamatan, hanya dua desa yang belum menyelesaikan pembuatan peta. Keduanya terletak di Kecamatan Nambung dan masih menghadapi kendala terkait tapal batas dengan desa wisata di Kabupaten Lombok Barat, yang masih menunggu keputusan dari pusat. "Yang tersisa hanya dua desa di wilayah Nambung. Semua desa lainnya telah rampung pembuatan peta desanya," ungkapnya. Adanya peta desa ini diharapkan dapat membantu mengurangi potensi perselisihan antara batas wilayah yang ada antar desa. Lebih dari itu, peta desa tersebut juga bertujuan untuk memudahkan evaluasi dan pengembangan pembangunan desa berdasarkan potensi yang ada di setiap desa. Anggaran untuk pembuatan peta desa ini bersumber dari dana desa, dengan total biaya mencapai puluhan juta rupiah. "Dibentuknya peta desa ini bertujuan agar setiap desa memiliki batas wilayah yang jelas," lanjut Rinjani. Ia menekankan bahwa peta desa tidak hanya berupa representasi lokasi dan batas wilayah. Peta ini memberikan kejelasan serta kepastian hukum terkait batas wilayah suatu desa. "Peta desa dapat memfasilitasi siapa saja yang berniat mengeksplorasi potensi yang ada di desa, serta mendapatkan informasi tentang berbagai hal yang terdapat di dalamnya," tambahnya. Rinjani juga menambahkan bahwa untuk peta desa persiapan tidak ada masalah yang signifikan, karena peta desa telah terbentuk dengan jelas. Hal ini akan mempermudah dalam proses pembuatan peta desa pemekaran di masa yang akan datang. "Dapat disimpulkan bahwa peta desa induk sudah siap. Untuk peta desa pemekaran, kami tidak mengalami kendala karena sudah ada acuan yang jelas untuk ke depannya," tutupnya. ANTARA