**Borneonews - Jakarta**, Indonesia kini telah memiliki ibu kota baru. Di tengah dilaksanakannya pembangunan infrastruktur serta fasilitas layanan publik secara masif, perhatian terhadap keterlibatan masyarakat adat dalam pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) telah menjadi topik yang hangat diperbincangkan oleh berbagai pihak dalam beberapa tahun terakhir.
IKN telah menjadi lingkungan bagi berbagai suku adat seperti Paser, Dayak, Kutai, dan Balik. Keberadaan komunitas-komunitas ini tidak seharusnya terabaikan dalam setiap aspek pembangunan infrastruktur. Sebagai pusat urbanisasi baru, penguatan karakter budaya di wilayah ini mesti menjadi prioritas untuk menjamin keberlangsungan dan pertumbuhan identitas lokal.
Upaya untuk memajukan kebudayaan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Walaupun demikian, pengembangan manusia sangat perlu dilakukan untuk kemajuan suatu bangsa. Budaya, yang merupakan kearifan lokal yang telah mengakar, memainkan peran penting dalam membentuk nilai-nilai serta tata cara hidup masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) telah berupaya untuk melibatkan masyarakat adat secara aktif dalam pembangunan kebudayaan. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah penyelenggaraan Festival Harmoni Budaya Nasional (FHBN), yang tahun ini diadakan di Alun-Alun Kabupaten Penajam Paser Utara, setelah sebelumnya berlangsung di Kecamatan Sepaku dan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2023.
Presiden Jokowi menegaskan bahwa Kabupaten Penajam Paser Utara ditargetkan menjadi pusat interaksi berbagai budaya. Dalam konteks ini, masyarakat diharapkan dapat hidup rukun dan harmonis, serta dapat melestarikan serta mengembangkan identitas budaya, nilai-nilai, dan tradisi yang ada di Kalimantan Timur.
Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, Warsito, menyatakan bahwa kemajuan pembangunan di IKN harus sejalan dengan pengembangan manusia, khususnya melalui pendidikan. Pendidikan berfungsi sebagai fondasi yang sangat penting dalam kemajuan suatu bangsa, berperan dalam membentuk kultur dan karakter masyarakat.
Pada gelaran FHBN tahun ini, dihasilkan keberadaan Sekolah Laboratorium Pancasila sebagai inovasi yang melibatkan Kabupaten Penajam Paser Utara, dimana mereka menjadi pelopor dengan meluncurkan 30 sekolah. Sekolah-sekolah ini diharapkan dapat menampung aspirasi masyarakat adat sekaligus menerapkan nilai-nilai karakter bangsa kepada siswa.
Inisiatif tersebut diharapkan dapat menjawab tantangan dalam mencegah degradasi moral di kalangan peserta didik, mengatasi permasalahan seperti perundungan, intoleransi, kekerasan seksual, dan perilaku negatif lainnya. Selain itu, ke-30 sekolah tersebut berperan dalam meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai pelestarian lingkungan serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Dukungan pemerintah terhadap masyarakat adat terlihat jelas dalam komitmennya untuk tidak menciptakan budaya baru di IKN, melainkan lebih kepada pengembangan budaya-budaya lokal yang telah ada. IKN dirancang sebagai ruang untuk menyebarluaskan dan menghidupkan budaya dari daerah penyangga, dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat serta menarik lebih banyak investasi.
Pemerintah berkomitmen untuk mempertahankan serta merawat budaya yang ada agar tetap tumbuh subur di dalam masyarakat. Dalam semangat ini, Festival Harmoni Budaya Nusantara adalah contoh nyata tentang bagaimana pemerintah memperlakukan budaya lokal sebagai penopang IKN.
Pembangunan karakter mental masyarakat juga menjadi agenda penting. Menurut pemerintah, terdapat lima mental yang perlu dikembangkan: mental melayani, mental mandiri, sikap bersih, semangat persatuan, dan keteraturan. Mental-mental ini diharapkan dapat memfasilitasi kemajuan peradaban di Indonesia.
Selain itu, Direktur Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Muhsin Palinrungi mengungkapkan bahwa perencanaan IKN sebagai *museum* hidup Nusantara sedang dalam proses. Konsep *museum* ini bertujuan untuk menampilkan serta mempertahankan budaya lokal, termasuk suku Paser dan Balik, di mana berbagai aktivitas budaya akan diorganisir untuk menarik perhatian pengunjung dan mempromosikan pariwisata di daerah penyangga IKN.
Keberhasilan Festival Harmoni Budaya Nusantara selama dua tahun berturut-turut membuat masyarakat adat merasa bangga dan terlibat aktif. Wakil Ketua Lembaga Adat Paser Kabupaten Penajam Paser Utara, Bahrani, menyatakan rasa terima kasih kepada pemerintah, terutama kepada Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, atas dukungan maksimal dalam mempromosikan budaya daerah di tingkat nasional.
Masyarakat adat berkomitmen untuk terus memperkenalkan Budaya Paser serta budaya lainnya dari Kalimantan Timur ke ranah nasional, mengingat posisi Penajam Paser Utara sebagai penyangga utama IKN untuk memperjuangkan peradaban Indonesia yang lebih maju.
Dalam upaya melibatkan masyarakat adat, pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara terus menekankan pentingnya pendidikan vokasi. Masyarakat di wilayah yang dijuluki Bumi Benua Taka ini memegang peranan krusial, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Satu tantangan yang dihadapi adalah banyak lulusan SMA/SMK yang tidak mampu melanjutkan pendidikan tinggi, berujung pada angka pengangguran yang meningkat. Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah mengambil langkah proaktif untuk mengatasi masalah ini melalui pengembangan pendidikan vokasi.
Kolaborasi dengan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Unit Pelaksana Teknis Kawasan Sains dan Teknologi Solo Technopark menjadi salah satu langkah penting, di mana sebanyak 102 peserta dikirim untuk mengikuti pelatihan selama 3,5 bulan. Mereka dibekali keterampilan di bidang teknik seperti pengelasan, kelistrikan, dan mekanika, yang siap disalurkan ke IKN.
Kerjasama dengan Politeknik Penerbangan Surabaya juga dilakukan untuk mempersiapkan tenaga kerja asal Penajam Paser Utara ke Bandara Nusantara. Pendidikan vokasi dianggap sebagai solusi untuk menyikapi dinamika IKN, karena lulusan tersebut lebih siap pakai dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Dalam konteks ini, pembangunan manusia yang beriringan dengan kebudayaan menjadi kunci untuk mewujudkan IKN yang progresif dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.
ANTARA
Pembangunan IKN Melibatkan Masyarakat Adat dan Pendidikan Vokasi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Komentar (0)
Memuat komentar…







