PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan pada Agustus 2024, terjadi penurunan Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan atau NTPP sebesar 0,22 persen.

"Hal ini terjadi karena indeks harga hasil produksi pertanian atau It mengalami penurunan sebesar 0,72 persen yang lebih besar daripada penurunan indeks harga yang dibayar petani atau Ib yang mencapai 0,51 persen," kata Agnes pada Selasa, 10 September 2024.

Penurunan It pada Agustus 2024 yang sebesar 0,72 persen menurut Agnes disebabkan oleh penurunan kedua indeks harga penyusunnya yaitu, kelompok padi sebesar 0,59 persen dan kelompok palawija sebesar 2,57 persen.

"Penurunan indeks harga padi disebabkan karena berlangsungnya panen di Kabupaten Kapuas sehingga menurunkan harga gabah," bebernya.

Sementara itu penurunan indeks harga palawija disebabkan oleh turunnya indeks harga pada komoditas ketela pohon dan jagung.

"Penurunan Ib pada Agustus 2024 (0,51 persen) didominasi oleh penurunan indeks kelompok KRT sebesar 0,65 persen," bebernya.(TESTI PRISCILLA/R)