SURABAYA –
**Borneonews - Probolinggo**, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, yang terletak di Jawa Timur, berkomitmen untuk mendorong para pelaku usaha menjajaki potensi ekspor produk-produk unggulan mereka. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Dalam upaya tersebut, pemkab telah menyelenggarakan diskusi kelompok terfokus (*focus group discussion*) yang menghadirkan puluhan pelaku usaha serta perwakilan dari empat organisasi perangkat daerah. Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Probolinggo, M. Sjaiful Efendi, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk memberikan masukan strategis dalam perencanaan peningkatan ekonomi yang berbasis pada sektor-sektor unggulan. Dengan begitu, program-program pembangunan yang ada dapat dikoordinasikan secara efektif untuk mendukung para pelaku usaha di wilayah tersebut. Sjaiful juga menegaskan pentingnya mengidentifikasi peluang, tantangan, serta strategi yang dapat mendukung peningkatan ekspor produk unggulan Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini sekaligus memberikan informasi kepada pelaku usaha mengenai peraturan yang berlaku dalam proses ekspor serta cara meningkatkan kualitas usaha mereka. Kabupaten Probolinggo memiliki beragam potensi produk unggulan yang sangat layak untuk dikembangkan dalam skala ekspor, terutama pada sektor pertanian, perikanan, dan industri kreatif. Beberapa produk yang mencolok dan berpotensi besar untuk penetrasi pasar internasional antara lain adalah agribisnis dan hortikultura, seperti bawang merah, kopi, dan kentang. Selain itu, produk perikanan seperti ikan laut, udang, dan rajungan juga memiliki peluang yang cerah. Beberapa produk olahan makanan, seperti keripik pisang, sale pisang, serta produk olahan ikan, menjadi bagian dari potensi ekspor yang menjanjikan. Di sisi lain, industri kreatif juga menawarkan kerajinan tangan dan batik khas Kabupaten Probolinggo. Sjaiful mengungkapkan bahwa beberapa produk unggulan dari daerah ini sudah pernah diekspor. Misalnya, bawang goreng dengan merek Hunay, yang diproduksi oleh CV Dua Putri Sholehah, berhasil diekspor ke Singapura pada tahun 2023. Selain itu, tepung porang yang diproduksi oleh PT Probolinggo Big Power juga berhasil diekspor ke China pada tahun yang sama. Pemkab Probolinggo berupaya menjalin sinergi dalam meningkatkan produk unggulan melalui ekspor dengan menggandeng pengusaha lokal, eksportir, akademisi, serta masyarakat petani dan nelayan untuk mengoptimalkan kualitas dan kuantitas produk. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti standarisasi dan sertifikasi produk, pengetahuan pelaku usaha mengenai proses ekspor, serta akses informasi pasar. Promosi dan branding yang efektif, serta akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil, juga menjadi fokus perhatian. Melalui *focus group discussion* yang diadakan, Sjaiful berharap bisa memberikan hasil dan rekomendasi yang bermanfaat. Diharapkan, hal ini dapat meningkatkan kualitas perencanaan program oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) demi pertumbuhan ekonomi berbasis sektor unggulan, sekaligus meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai proses ekspor produk unggulan mereka. ANTARA