JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Tim nasional Indonesia akan menghadapi tantangan besar saat bersiap melawan Australia pada pertandingan kedua Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Keduanya dijadwalkan bertemu di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada malam hari Selasa, 10 September. Setelah mengalami kekalahan mengejutkan 0-1 dari Bahrain, Australia, yang kini menduduki peringkat 24 di daftar FIFA, harus menepis rasa kecewa tersebut dan fokus untuk meraih kemenangan. Penjaga gawang mereka, Mathew Ryan, tampak terkejut saat gawangnya kebobolan oleh bola yang berbelok dari tendangan pemain Bahrain. Gol yang terjadi pada menit ke-89 itu menunjukkan betapa rapuhnya pertahanan Australia, meski mereka mendominasi penguasaan bola dengan persentase 71% sepanjang pertandingan. Meski kalah, squat *Socceroos* tidak bisa meremehkan potensi timnas Indonesia. Tim asuhan Shin Tae-yong ini mengalami transformasi signifikan setelah Piala Asia 2023 dengan kedatangan tiga pemain naturalisasi baru, yaitu Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, dan Maarten Paes. Sejak ketiga pemain itu bergabung, Indonesia hanya menelan satu kekalahan dari enam pertandingan, dengan meraih tiga kemenangan dan dua hasil imbang. Pemain belakang Australia, Alessandro Circati, menyadari bahwa Indonesia memiliki pemain-pemain cepat yang dapat membahayakan melalui serangan balik. Hal ini menunjukkan bahwa Australia harus bersiap menghadapi ancaman yang bisa datang dari setiap pemain timnas Indonesia. Di sisi lain, pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengakui adanya perbedaan kualitas antara timnya dan Australia. Meskipun begitu, dia tetap optimis bahwa timnya dapat menambah luka di hati Australia selepas kekalahan mereka dari Bahrain. Dalam persiapan menjelang laga, Indonesia juga menunjukkan semangat pantang menyerah. Para pemain dinyatakan dalam kondisi siap, meski ada kelelahan setelah pertandingan menghadapi Arab Saudi. Justin Hubner, bek yang absen pada laga sebelumnya karena akumulasi kartu, kini siap untuk kembali memperkuat tim. Meski Australia mengalami sedikit kehilangan dengan kartu merah yang didapat striker utama mereka, Kusini Yengi, *Socceroos* tetap dipenuhi pemain-pemain berbahaya. McMartin Boyle dan Craig Goodwin menjadi ancaman serius bagi pertahanan Indonesia dengan kemampuan mereka dalam menciptakan peluang. Dalam pertarungan mendatang, strategi dan formasi menjadi kunci bagi Indonesia. Shin kemungkinan akan menerapkan formasi defensif 5-4-1 untuk mengimbangi serangan Australia, namun dia menegaskan pentingnya solidaritas dalam bertahan. Dia percaya bahwa semua pemain, termasuk penyerang, harus turut berkontribusi dalam pertahanan. Dalam kesempatan ini, timnas Indonesia tentu berharap dapat menciptakan peluang untuk menyerang. Statistik menunjukkan bahwa meski Indonesia hanya menguasai bola 39% saat melawan Arab Saudi, mereka berhasil mencetak satu gol dari dua tembakan yang tepat sasaran. Sebaliknya, Australia meskipun memiliki 71% penguasaan bola, tidak mampu mengonversi peluang menjadi gol dalam kekalahan mereka. Satu hal yang menjadi perhatian adalah dukungan dari lebih dari 60 ribu suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno, yang akan memberikan semangat bagi timnas Indonesia. Dengan inspirasi dari sejarah dan semangat juang yang tidak kenal menyerah, diharapkan timnas Indonesia dapat memberi perlawanan yang sengit kepada Australia. Sebagai inspirasi, Shin Tae-yong dapat melihat teladan dari Laksamana Yi Sun-sin, yang pada abad ke-16 menunjukkan keberanian luar biasa dalam menghadapi musuh yang lebih kuat. Dalam Pertempuran Myeongnyang, yang terkenal, ia mampu mengalahkan armada Jepang meski dengan jumlah kapal yang jauh lebih sedikit. Pesan dari Yi yang mengingatkan untuk bertindak dengan tenang dan hati-hati mungkin dapat dijadikan pedoman bagi timnas Indonesia. Dengan semangat juang dan strategi yang tepat, Indonesia siap menghadapi tantangan ini. Garuda, perjuanganmu dimulai! ANTARA