**Borneonews - Lombok Tengah**, PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) telah melaksanakan program kolaboratif dengan Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Lombok Tengah di Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini berupa demonstrasi memasak yang diadakan bagi ibu rumah tangga, dengan tujuan mendukung program penurunan angka stunting di desa-desa sekitar kawasan Mandalika.
Corporate Secretary Group Head ITDC, Million Sekarsari, menyatakan pentingnya meningkatkan kesadaran mengenai pemenuhan gizi yang berkualitas sejak usia dini. Dalam acara sosialisasi yang berlangsung di Desa Prabu, ia mengungkapkan harapannya agar program ini dapat membantu menurunkan angka stunting dan pada saat yang sama meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah Lombok Tengah.
Menurut Million, penurunan angka stunting akan berkontribusi pada pertumbuhan kualitas masyarakat. Program ini akan berlangsung secara berkelanjutan di semua wilayah desa penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Dalam upaya mendukung hal tersebut, selain memberikan makanan tambahan, pihaknya juga melaksanakan sosialisasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi yang baik sejak dini untuk balita. Million menekankan bahwa makanan yang diberikan kepada anak-anak harus bergizi untuk mendukung pertumbuhan mereka dengan baik.
Selain itu, ia berharap masyarakat dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata di KEK Mandalika dan event-event seperti MotoGP, yang diharapkan mampu berkontribusi bagi kemajuan pembangunan Indonesia. Sebagaimana Million ungkapkan, "Semakin banyak kunjungan wisatawan, pertumbuhan ekonomi masyarakat akan semakin meningkat."
Ketua Tim Penggerak PKK Lombok Timur, Baiq Nurulaini, turut menyambut positif program yang dijalankan ini. Ia optimis bahwa program tersebut dapat berperan dalam menurunkan angka stunting di Lombok Tengah. "Kami berharap program ini bisa berlanjut untuk terus menurunkan stunting di Lombok Tengah," ujarnya.
Baiq Nurulaini menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, untuk melaksanakan beragam program, seperti memberikan makanan tambahan dan edukasi tentang pemberian makanan bergizi kepada anak-anak.
Saat ini, angka stunting di Lombok Tengah tercatat sebesar 10,4 persen, yang merupakan angka di bawah target nasional yang ditetapkan sebesar 14 persen. Baiq menjelaskan bahwa penyebab stunting pada balita bukan hanya dikarenakan faktor kemiskinan, tetapi juga disebabkan oleh pola asuh dan pola makan yang kurang baik. Kegiatan demonstrasi masak diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memberikan asuhan serta pola makan yang memperhatikan gizi bagi balita.
"Faktor lain yang menjadi penyebab stunting juga melibatkan pernikahan dini, sehingga hal tersebut menjadi fokus utama pemerintah dalam upaya mencegah pernikahan anak," tutupnya.
ANTARA
Program ITDC dan PKK Lombok Tengah untuk Cegah Stunting Balita
Bagikan:

MATARAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Komentar (0)
Memuat komentar…







