BENGKULU –
**Borneonews - Kota Bengkulu**, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melaksanakan program pelayanan *Keluarga Berencana* (KB) gratis bagi seluruh masyarakat sebagai rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia. Kegiatan ini digelar mulai tanggal 10 hingga 20 September 2024, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran serta akses masyarakat terhadap pelayanan kontrasepsi. Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Ketahanan serta Kesejahteraan Keluarga dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Miliarti, menjelaskan bahwa pelayanan KB gratis tersebut akan tersedia di seluruh fasilitas kesehatan yang ada di wilayah Kota Bengkulu. "Fasilitas kesehatan yang telah menjalin kerja sama dengan DP3AP2KB dan terdaftar di *Sistem Informasi Keluarga* (SIGA) akan memberikan pelayanan ini tanpa dipungut biaya," ungkapnya dalam sebuah pernyataan di Kota Bengkulu. Saat ini, DP3AP2KB sudah mengerahkan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) untuk melakukan pemetaan dan identifikasi terhadap pasangan yang memerlukan pelayanan di fasilitas kesehatan. Beragam alat kontrasepsi yang akan disediakan selama program ini mencakup pil, suntikan, kondom, implan, *Intrauterine Device* (IUD), *Metode Operasi Pria* (MOP), dan *Metode Operasi Wanita* (MOW). Miliarti juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan program ini dengan mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Ia meminta agar warga membawa KTP elektronik atau kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan sebagai syarat administrasi untuk mendapatkan pelayanan. "Harapan kami dengan adanya pelayanan gratis ini, pasangan usia subur yang belum menggunakan alat kontrasepsi dapat memanfaatkan kesempatan ini, sekaligus bagi mereka yang ingin beralih dari alat kontrasepsi non-*EKJP*," tambahnya. Menurut data terakhir yang diperoleh, dari Januari hingga Agustus 2024, DP3AP2KB Kota Bengkulu telah mendistribusikan sebanyak 9.789 alat kontrasepsi. Rincian alat kontrasepsi tersebut meliputi 250 unit IUD, 122 kotak kondom, 1.940 suntikan, 7.200 butir pil, dan 277 implan. Penyaluran alat kontrasepsi tersebut bertujuan untuk mendukung program peningkatan kualitas kehidupan keluarga di Kota Bengkulu. DP3AP2KB juga berkolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki visi serupa, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan fokus pada pola keluarga dua anak yang berkualitas. "Pelayanan ini terdistribusi di 15 fasilitas kesehatan yang ada di Kota Bengkulu, mencakup klinik pribadi, puskesmas, hingga rumah sakit pemerintah," jelas Dewi Dharma, Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu. ANTARA