BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Desa Turan Amis Kabupaten Barito Timur, Leonardus, mengeluhkan bus angkutan perusahaan tambang batubara yang beroperasi di wilayah Kecamatan Raren Batuah karena dinilainya membahayakan pengguna jalan.
Dia menjelaskan saat menjemput karyawan pada pagi hari maupun saat mengantar pulang karyawan sore hari, bus-bus tersebut melaju dengan kecepatan penuh ketika melintas di tikungan maupun persimpangan jalan. Padahal pada waktu yang sama aktivitas masyarakat di jalan juga ramai.
"Contoh di tikungan Puri masuk Sibung, tikungan arah masuk Turan Amis dan persimpangan jalan lainnya, mereka tetap melaju. Harusnya mereka mengurangi kecepatan di tempat seperti itu," ujar Leonardus, Selasa, 10 September 2024.
Dia menegaskan, masyarakat di wilayahnya semua mendukung kegiatan investasi. Namun Leonardus berharap para supir angkutan karyawan tidak mengabaikan keselamatan pengguna jalan lain.
"Silakan perusahaan berinvestasi di wilayah ini, tapi tolong juga diperhatikan keselamatan pengguna jalan lainnya agar lalu-lintas menjadi nyaman buat semua pengguna jalan," katanya.
Menurut Leonardus, jika terjadi insiden dengan korban warga sekitar perusahaan beroperasi, justru hal tersebut akan menggangu aktivitas perusahaan ketika menghadapi protes masyarakat.
"Karena itu sekali lagi minta tolong manajemen perusahaan agar mengingatkan setiap supir angkutan karyawan yang melewati pemukiman, melewati jalan umum agar selalu berhati-hati dan mengurangi kecepatan," tandasnya. (BOLE MALO/R)









