BORNEONEWS, Sukamara - Sebanyak 33 orang mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2024/2025 di Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Politeknik Negeri Pontianak di Sukamara pada Selasa, 10 September 2024.
Pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan di aula Balai Pelatihan Guru (BPG) Sukamara ditandai dengan pemasangan jas almamater oleh Pejabat Bupati Sukamara, Rendy Lesmana.
“Alhamdulillah kita baru saja selesai melaksanakan kegiatan pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru untuk tahun akademik 2024/2025 di PSDKU Politeknik Negeri Pontianak di Kota Sukamara. Kita sangat berbahagia, teman-teman angkatan kedua ini berjumlah 33 orang. kita sudah memberikan pembekalan, termasuk juga dari Menteri Pendidikan memberikan harapan juga dari wakil direktur dan penanggung jawab PSDKU,” ucap Rendy Lesmana.
Dalam momen itu, Rendy meminta agar mahasiswa baru dapat menggunakan kesempatan yang ada untuk belajar dengan tekun, mengembangkan diri, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kreativitas.
“Karena mahasiswa ini adalah harapan bangsa dan daerah yang akan membawa perubahan di masa depan, oleh karena itu jadikan masa perkuliahan ini sebagai pondasi bagi masa depan sekaligus berkontribusi untuk membangun Sukamara yang lebih maju. Jangan pernah berhenti bermimpi besar untuk masa depan yang lebih baik,” pesannya.
PJ Bupati Sukamara tersebut berharap di tahun kedua PSDKU Polnep di Kabupaten Sukamara dapat terus berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Pemerintah daerah akan selalu mendukung keberlangsungan dan pengembangan program, agar kualitas pendidikan dan lulusan yang dihasilkan semakin baik.
“Saya juga berharap agar masyarakat Sukamara memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, karena PSDKU Polnep hadir untuk kita semua,”
Dirinya menyadari bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah terbatasnya asas masyarakat terhadap pendidikan tinggi. Sehingga dengan adanya PSDKU Polnep Sukamara, ini anak-anak muda suka marah tidak perlu lagi jauh-jauh merantau untuk menuntut ilmu.
“Karena mereka dapat belajar di daerah sendiri dengan kualitas pendidikan yang serta dengan perguruan tinggi di kota besar,” tukasnya. (NORHASANAH/R)









