PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan NTP Tanaman Hortikultura atau NTPH hanya mengalami kenaikan tipis pada Agustus 2024 yakni sebesar 0,001 persen.

"Kenaikan ini terjadi akibat penurunan indeks harga hasil produksi pertanian atau It sebesar 0,60 persen yang unggul tipis dibandingkan penurunan  indeks harga yang dibayar petani atau Ib yang sebesar 0,61 persen," kata Agnes pada Selasa, 10 September 2024.

Penurunan It pada Agustus 2024 menurutnya disebabkan oleh turunnya It pada seluruh kelompok penyusunnya, yakni kelompok sayur-sayuran seperti tomat, terung, bawang daun, kangkung, buncis, pare/paria, cabai merah, dan bayam sebesar 0,30 persen.

Kemudian kelompok buah-buahan yakni semangka, jeruk, pisang, dan pepaya yang juga turun 0,79 persen.

"Lalu juga kelompok tanaman obat-obatan yakni kemangi mengalami penurunan sebesar 3,87 persen," katanya.

Penurunan Ib pada Agustus 2024 sebesar 0,61 persen yakni dari 125,05 menjadi 124,29 menurut Agnes didominasi oleh penurunan pada indeks kelompok KRT sebesar 0,70 persen. (TESTI PRISCILLA/R)