**Borneonews - Kupang**, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Pantai Selatan Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Selasa, tepatnya pada pukul 12.11.07 WIB. Penyebab dari kejadian ini diidentifikasi berasal dari adanya zona tumbukan atau *collision*.
Kepala BMKG Alor, Sumawan, menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi tergolong dalam kategori gempa bumi menengah. Analisis mengenai mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki pola pergerakan yang dikenal sebagai *thrust fault*, yang biasanya diakibatkan oleh pergerakan lempeng tektonik.
Episenter dari gempa ini terletak pada koordinat 8,88° LS dan 124,27° BT, tepatnya di laut pada jarak sekitar 72 kilometer ke arah barat daya dari Alor, dengan kedalaman mencapai 90 kilometer. Masyarakat di daerah sekitar, seperti di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, merasakan dampak gempa ini dengan skala intensitas II-III MMI, yang dikategorikan sebagai getaran yang terasa nyata dalam rumah, seperti ketika truk melintas.
Dalam analisis lebih lanjut, BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga pukul 12.45 WIB, pemantauan yang dilakukan oleh BMKG menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa susulan atau *aftershock* yang tercatat.
BMKG juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sangat disarankan agar warga menghindari mendekati bangunan yang mungkin telah retak atau mengalami kerusakan akibat gempa.
Sebelum kembali ke rumah, masyarakat diharapkan untuk memeriksa dan memastikan bahwa bangunan tempat tinggal mereka cukup tahan gempa serta tidak mengalami kerusakan yang dapat membahayakan stabilitas bangunan.
ANTARA
Gempa Tektonik Magnitudo 5,2 Guncang Pantai Selatan Alor NTT
Bagikan:

KUPANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







