**Borneonews - [Markas PBB]**, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan kekhawatiran yang mendalam terkait situasi di Timur Tengah, khususnya setelah terjadinya serangan udara terbaru yang dilancarkan oleh Israel di Suriah. Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung pada Senin (9/9).
Dujarric menekankan bahwa Sekretaris Jenderal PBB terus merasakan kekhawatiran yang semakin mendalam mengenai potensi eskalasi kekerasan yang lebih lanjut di kawasan yang sudah sangat tidak stabil ini. Ia juga mencatat bahwa Dewan Keamanan PBB telah mendapatkan informasi mengenai serangan udara tersebut, serta laporan yang diajukan oleh pemerintah Suriah mengenai insiden yang terjadi.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Suriah melaporkan bahwa jet tempur Israel telah melancarkan serangan terhadap beberapa posisi militer yang terletak di wilayah tengah Suriah. Serangan tersebut dilakukan dari arah barat laut Lebanon. Dalam pertahanan udara, pihak Suriah mengklaim bahwa mereka berhasil menembak jatuh sejumlah rudal yang diluncurkan.
Akibat serangan udara ini, jumlah korban tewas di kota Masyaf, yang terletak di Suriah tengah, dilaporkan meningkat menjadi 15 orang, sementara 34 lainnya mengalami luka-luka. Situasi ini hanya menambah ketidakpastian dan ketegangan yang sudah ada di kawasan tersebut.
PBB terus mengikuti perkembangan situasi ini dan berupaya untuk menemukan solusi yang dapat meredakan ketegangan yang kian meningkat di wilayah Timur Tengah.
ANTARA
PBB Khawatir Situasi Makin Mencekam Usai Serangan Israel di Suriah
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
Komentar (0)
Memuat komentar…







