SEMARANG –
**Borneonews - Boyolali**, Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, yang berlokasi di Provinsi Jawa Tengah, menggelar sosialisasi untuk meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran penyakit cacar monyet atau *monkeypox*, yang disebabkan oleh infeksi virus MPOX. Kegiatan ini difokuskan kepada berbagai Fasilitas Kesehatan (Faskes) di wilayah setempat, serta dilakukan survei dengan ketat untuk memantau isu virus tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, dr. Puji Astuti, mengingatkan bahwa jika Faskes menemukan adanya kasus terduga, laporan harus segera disampaikan kepada pihak Dinas Kesehatan. Dinas Kesehatan Boyolali akan bertanggung jawab untuk memfasilitasi pengiriman sampel yang diperlukan untuk analisis lebih lanjut. Dr. Puji Astuti menjelaskan bahwa mengenai penyediaan vaksin, pihaknya saat ini masih menunggu petunjuk dari Kementerian Kesehatan. Vaksin ini direncanakan akan diperuntukkan bagi kelompok yang berisiko tinggi, bukan untuk pasien umum. Hal ini menunjukkan langkah proaktif pemerintah dalam menangani potensi penyebaran penyakit. Lebih lanjut dr. Puji Astuti menyampaikan bahwa setelah pengalaman pandemi COVID-19, penyediaan ruang isolasi di Boyolali merupakan tanggung jawab masing-masing rumah sakit. Meski begitu, hingga saat ini, penyakit cacar monyet belum terdeteksi di wilayah Boyolali. Ia menambahkan bahwa semua rumah sakit di Kabupaten Boyolali sudah dilengkapi dengan ruang isolasi, baik dalam situasi terdapat kasus maupun tidak. Ini merupakan upaya untuk memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi penyakit menular. Dr. Puji Astuti juga menginformasikan bahwa cacar monyet merupakan kondisi infeksi kulit yang ditandai dengan munculnya bintil bernanah. Penyakit ini dapat ditularkan dengan mudah, mirip dengan cacar air, melalui percikan air liur. Cacar monyet disebabkan oleh virus yang bersifat zoonosis, yakni infeksi virus langka yang sering kali berasal dari hewan, dengan monyet sebagai inang utama virus MPOX tersebut. Dengan tidak adanya laporan mengenai kasus cacar monyet di Boyolali saat ini, pihak Dinas Kesehatan berharap dapat mempertahankan situasi yang aman ini dengan terus mengedukasi masyarakat dan meningkatkan kewaspadaan di sektor kesehatan. ANTARA