**Borneonews - Washington** Pejabat dari Amerika Serikat dan Irak saat ini sedang melanjutkan pembicaraan mengenai kerja sama dalam bidang keamanan. Fokus utama dari diskusi ini adalah peran anggota angkatan bersenjata AS yang berada di Irak, seperti yang disampaikan oleh pihak Pentagon pada hari Senin.
Menurut Mayor Jenderal Pat Ryder, Sekretaris Pers Pentagon, kelompok kerja eksklusif yang merupakan bagian dari Komisi Militer Tinggi (HMC) AS-Irak terus melaksanakan dialog yang mendalam. Sebuah pertanyaan dari jurnalis mengenai kemungkinan penarikan pasukan AS dari Irak memunculkan jawaban yang hati-hati. Ryder menyatakan bahwa kesimpulan terkait hal tersebut mungkin akan disampaikan di kemudian hari, meskipun saat ini belum ada informasi resmi yang dapat diumumkan.
Pernyataan ini mempertimbangkan sejumlah laporan yang mengindikasikan bahwa AS dan Irak mungkin telah mencapai kesepakatan awal mengenai penarikan total pasukan koalisi yang dipimpin oleh AS dari wilayah Irak pada akhir tahun 2026. Ryder menjelaskan bahwa tema utama dari diskusi tersebut berkisar pada peralihan dari struktur koalisi global dalam upaya untuk memberantas kelompok ekstremis *ISIS*, menuju bentuk hubungan keamanan bilateral yang lebih permanen dan terencana antara AS dan Irak di masa mendatang.
Mayor Jenderal Ryder juga menekankan betapa pentingnya Irak sebagai mitra strategis bagi AS dalam konteks wilayah tersebut. Irak memiliki peran krusial dalam menjaga keamanan dan stabilitas, terutama dalam upaya kontra-terorisme di kawasan tersebut. "Oleh karena itu, kami perlu memberikan waktu dan ruang yang cukup bagi Komisi Militer Tinggi untuk melanjutkan pembicaraan ini," ujarnya.
Komisi Militer Tinggi ini dibentuk setelah pertemuan antara Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Irak Mohammed Shia Al Sudani yang berlangsung pada bulan April di Washington. Saat ini, terdapat sekitar 2.500 personel militer AS yang bertugas di Irak sebagai bagian dari Satuan Tugas Gabungan-Operasi *Inherent Resolve*.
Menurut Ryder, tujuan dari Dialog Kerja Sama Keamanan AS-Irak adalah untuk merancang transisi dari koalisi global menuju bentuk hubungan kerja sama keamanan bilateral yang lebih jangka panjang. Ia menegaskan bahwa diskusi mengenai hal ini masih berlangsung dan akan terus diperbaharui seiring waktu.
ANTARA
AS dan Irak Lanjutkan Pembicaraan Kerja Sama Keamanan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







