PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya Heri Fauzi mengungkapkan bahwa sejak Januari 2024 hingga 10 September 2024, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Palangka Raya mencatat sebanyak 99 kali kejadian Karhutla di Kota Palangka Raya.

"Dari 99 kejadian tersebut, setidaknya 32,12 hektare lahan terbakar," ujar Heri Fauzi.

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian Karhutla paling banyak terjadi di Kecamatan Jekan Raya dengan 69 kejadian. Disusul Kecamatan Sebangau dengan 18 kejadian, Kecamatan Pahandut dengan 9 kejadian, Kecamatan Bukit Batu dengan 3 kejadian, dan Kecamatan Rakumpit nihil kejadian.

"Kami terus berupaya untuk menekan angka kejadian Karhutla di Palangka Raya," tegas Heri Fauzi.

BPBD Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan Karhutla. Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya Karhutla dan cara mencegahnya.

--page

"Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan menghindari pembakaran lahan. Jika terpaksa membakar lahan, harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan diawasi dengan ketat," pungkasnya. (PATHUR/j)