**Borneonews - Kota Bogor**, Pembangunan 38 unit rumah yang bertujuan untuk menghuni para korban bencana longsor di Kota Bogor, Jawa Barat, yang diinisiasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), telah mencapai progres sekitar 80 persen. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah, pada hari Selasa.
Syarifah menjelaskan bahwa hunian tetap (huntap) ini ditujukan untuk 38 keluarga yang terdampak bencana longsor di wilayah Kelurahan Empang dan diperkirakan akan selesai pada bulan ini. "Bulan ini kontraktor ditargetkan untuk menyelesaikan proyek ini. Kemungkinan besar serah terima akan dilaksanakan pada bulan Oktober, namun waktu pastinya belum bisa dipastikan, baik itu di awal maupun di akhir bulan," ujarnya.
Selain itu, Syarifah menyebutkan bahwa keluarga yang akan menempati unit-unit ini tidak hanya berasal dari Kelurahan Empang, tetapi juga ada beberapa dari Kelurahan Batutulis dan Lawanggintung. Namun, ia menekankan bahwa saat ini tidak ada calon penghuni baru yang diterima, kecuali keluarga yang sudah terdata sebagai korban bencana.
"Untuk penghuni yang akan menempati rumah-rumah ini, semuanya sudah terdaftar. Kami tidak akan membuka pendaftaran untuk penghuni baru," jelasnya.
Lebih lanjut, Syarifah menyatakan bahwa keluarga yang menjadi korban bencana telah bersedia untuk dipindahkan ke hunian yang dibangun oleh BNPB, mengingat mereka sebelumnya tinggal di lahan milik pemerintah. "Sebagian besar dari mereka tidak memiliki lahan pribadi dan saat ini menempati kawasan lahan negara. Oleh karena itu, relokasi ini menjadi pilihan yang tidak terhindarkan," tambahnya.
Data dari BNPB menunjukkan bahwa proyek hunian ini, yang dinamakan *Rhodas* atau tahan gempa, dibangun di atas lahan seluas 7.000 meter persegi dan didanai melalui Dana Siap Pakai (DSP) BNPB dengan anggaran sebesar Rp4,3 miliar untuk tahun 2024.
Di samping itu, Pemerintah Kota Bogor juga merencanakan pendampingan dalam penyelesaian infrastruktur pendukung, termasuk pembangunan tembok penahan tanah dan akses jalan menuju kluster hunian tersebut. Syarifah juga mengungkapkan rencana untuk membangun hunian bersusun di kawasan itu di masa mendatang, mengingat masih banyak warga yang tinggal di lokasi-lokasi rawan, seperti bantaran sungai.
"Kami mempertimbangkan untuk membangun hunian tambahan di sekitar lokasi ini karena infrastruktur sudah terbangun. Jalan akses telah kami buat, dan ada rencana pengembangan permukiman klaster untuk menciptakan lingkungan yang lebih terintegrasi," tutup Syarifah.
ANTARA
Pembangunan Hunian Tetap Korban Longsor di Bogor Capai 80 Persen
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Komentar (0)
Memuat komentar…







