**Borneonews - Tanjungpinang**, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah mengalokasikan dana sebesar Rp25 miliar pada tahun anggaran 2025 untuk proyek pembangunan monumen bahasa yang berlokasi di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menginformasikan bahwa monumen tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 2.000 meter persegi dan diperkirakan memerlukan total anggaran sebesar Rp90 miliar untuk menyelesaikan seluruh konstruksinya.
"Kami sudah menganggarkan Rp25 miliar melalui APBD Kepri 2025. Kami berharap pemerintah pusat dapat mendukung sisa dana yang diperlukan, sekitar Rp65 miliar," ujarnya saat memberikan keterangan di Tanjungpinang.
Gubernur Ansar juga menyampaikan bahwa ia telah mengusulkan agar dana dari *APBN* dapat dialokasikan untuk pembangunan monumen bahasa tersebut kepada Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin serta Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti, saat acara peresmian Pasar Baru Puan Encik Perak di Kota Tanjungpinang pada tanggal 9 September.
Ansar menekankan pentingnya pembangunan monumen bahasa ini untuk melestarikan budaya serta menjaga sejarah yang telah menjadi bagian dari identitas bangsa. Salah satu sejarah penting yang dimaksud adalah peran tokoh terkemuka, Raja Ali Haji, seorang intelektual dan penulis dari Kesultanan Riau-Lingga di abad ke-19, yang juga diakui sebagai Pahlawan Nasional dari Provinsi Kepri.
"Raja Ali Haji memainkan peran krusial dalam menyatukan bangsa melalui pengembangan Bahasa Indonesia, yang diawali dengan karya *Gurindam 12* pada tahun 1847 dan kemudian dilanjutkan dengan kitab pengetahuan bahasa pada tahun 1858," kata Ansar.
Gubernur juga mengutip pidato Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (almarhum), yang disampaikan di Pekanbaru pada 29 April 2000. Dalam pidato tersebut, Presiden Gus Dur memberikan penghargaan atas jasa dan perjuangan Raja Ali Haji dalam membangun persatuan bangsa serta menciptakan bahasa nasional.
"Monumen ini akan menjadi simbol bahwa Bahasa Indonesia, yang kita kenal sekarang, berasal dari Pulau Penyengat," terang Ansar, menambahkan optimisme bahwa pembangunan monumen bahasa dapat terlaksana pada tahun 2025.
Keberadaan monumen bahasa ini diperkirakan akan meningkatkan daya tarik wisata Pulau Penyengat, yang dikenal sebagai destinasi bersejarah yang tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal, tetapi juga pengunjung dari mancanegara.
ANTARA
Pembangunan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat, Kepri Digarap Tahun 2025
Bagikan:

BATAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Komentar (0)
Memuat komentar…







