JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kerajaan Arab Saudi meyakini bahwa negosiasi perjanjian perdagangan bebas antara negara-negara Anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dan Republik Indonesia sejalan dengan tujuan serta kebijakan perdagangan yang diterapkan oleh kerajaan tersebut. Pada tanggal 9 hingga 13 September, negara-negara GCC dan Indonesia telah mengadakan putaran pertama negosiasi perjanjian perdagangan bebas yang berlangsung di Jakarta. Dalam siaran pers yang diterima, tim negosiator Saudi bertugas untuk mengawasi dan memantau jalannya proses negosiasi perdagangan agar tetap sesuai dengan sasaran dan kebijakan perdagangan kerajaan. Mereka juga berpartisipasi dalam negosiasi tersebut untuk memastikan posisi negosiasi Kerajaan terintegrasi dengan baik serta berkoordinasi dengan negara-negara yang memiliki tujuan serupa dalam perdagangan internasional. Tim negosiator yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Organisasi dan Perjanjian Internasional, Fareed Alasaly, terdiri atas sembilan tim teknis. Tim-tim ini meliputi bidang barang, jasa, investasi, teks dan ketentuan umum, perdagangan elektronik, hak kekayaan intelektual, pengadaan pemerintah, aturan asal, dan evaluasi ekonomi. Setiap tim ini bekerja sama dengan 46 entitas pemerintah, mempersiapkan dan mengoordinasikan negosiasi serta inisiatif Kerajaan di tingkat Organisasi Perdagangan Dunia (*World Trade Organization/WTO*) dan perjanjian perdagangan bebas lainnya, serta menyampaikan laporan kembali kepada kelompok negosiator Saudi. Pada putaran pertama negosiasi perjanjian perdagangan bebas ini, sejumlah topik dibahas, termasuk perdagangan barang, jasa, investasi, prosedur kepabeanan, aturan asal, hambatan teknis terhadap perdagangan, serta langkah-langkah sanitasi dan fitosanitasi. Terkait dengan hal ini, tujuan dari negosiasi adalah untuk bertukar informasi dan data, mendiskusikan tantangan serta peluang perdagangan di antara semua pihak yang terlibat, serta membangun kepercayaan dan kemitraan melalui kerja sama dan koordinasi bersama untuk mencapai kesepakatan final yang komprehensif. Putaran ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan Pernyataan Bersama tentang Dimulainya Negosiasi Perdagangan Bebas oleh Sekretariat Jenderal dan pihak Indonesia pada bulan Juli lalu, yang bertujuan memperkuat kerja sama dan hubungan ekonomi antara kedua belah pihak. Menurut data yang ada, nilai perdagangan antara Arab Saudi dan Indonesia pada tahun 2023 mencapai sekitar US$7 miliar. Produk mineral dan komponen kimia organik menjadi komoditas utama ekspor Saudi, sementara Indonesia banyak mengimpor kendaraan dan suku cadang, serta lemak dan minyak hewan atau nabati. GAFT terus mempromosikan keuntungan perdagangan internasional Kerajaan, meningkatkan kehadiran internasional serta partisipasi aktif dalam berbagai organisasi internasional dengan tujuan untuk memastikan tercapainya sasaran bersama dan pembangunan yang berkelanjutan. ANTARA