**Borneonews - Kota Cirebon**, Pemerintah Kota Cirebon, yang terletak di Jawa Barat, telah mengambil langkah proaktif untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memperluas jangkauan pasar mereka hingga ke ranah ekspor. Inisiatif ini berupa penyediaan layanan konsultasi serta program pembinaan yang bertujuan membantu para pelaku UMKM memasarkan produk mereka di pasar internasional.
Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, menjelaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah untuk memberikan fasilitasi kepada pelaku UMKM, sehingga produk mereka dapat mencapai pasar ekspor.
Salah satu tantangan yang menghadapi pelaku UMKM di wilayah tersebut adalah kesulitan dalam mengakses informasi yang relevan. Menurut Iing, banyak dari mereka yang belum memahami dengan baik mengenai mekanisme dan persyaratan ekspor yang berbeda-beda tergantung pada negara tujuan.
Dorongan untuk mengatasi masalah ini menjadi semakin mendesak, mengingat pentingnya pemahaman mengenai prosedur yang tepat agar UMKM dapat berhasil menembus pasar internasional. Dengan demikian, layanan konsultasi yang disediakan diharapkan dapat menjadi solusi bagi pelaku usaha yang ingin memahami aspek-aspek penting dalam ekspor barang.
Banyak pelaku UMKM yang tidak mengetahui syarat dan spesifikasi produk yang diperlukan untuk diekspor ke negara-negara seperti Eropa atau Amerika. Setiap negara memiliki karakteristik dan ketentuan yang berbeda-beda, terang Iing.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, saat ini Pemerintah Kota Cirebon juga membuka akses pasar bagi UMKM untuk menjajaki peluang di Korea Selatan. Hal ini merupakan langkah strategis untuk memperluas pemasaran produk lokal ke luar negeri.
Lebih lanjut, pemerintah kota berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) di Cirebon untuk menyelenggarakan diskusi yang melibatkan pelaku UMKM, instansi pajak, dan Bea Cukai terkait dengan pembinaan UMKM di bidang ekspor.
Iing juga menggarisbawahi bahwa perhatian untuk pengembangan UMKM tidak hanya terfokus pada Kota Cirebon, namun juga meliputi daerah-daerah sekitarnya. Contohnya, ada perusahaan rotan yang terdaftar dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) di Kota Cirebon, tetapi operasional pabriknya berlokasi di Kabupaten Cirebon. Berkat fasilitasi yang diberikan, perusahaan tersebut berhasil menembus pasar ekspor ke Prancis.
Ia menambahkan bahwa melalui kerja sama yang dijalin dengan berbagai pihak, termasuk BI Cirebon, diharapkan program pendampingan ini mampu berkontribusi dalam pertumbuhan UMKM di kawasan Cirebon Raya.
Saat ini, terdapat sekitar 350 UMKM yang berada di bawah binaan BI yang juga mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah. Program ini diharapkan dapat memacu lebih banyak UMKM untuk berhasil dalam memasuki pasar global.
ANTARA
Pemerintah Cirebon Fasilitasi UMKM Masuki Pasar Ekspor Global
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Sebut Kawasan Timur Tengah akan Berubah Total Pascaperang
Polres Seruyan Gelar Operasi Patuh Telabang 2026, Utamakan Langkah Pencegahan
Menteri Nilai 68 Ribu UMKM Pemasok MBG Masih Sedikit
Perasaan Carrick Campur Aduk Usai MU Dibungkam Bournemouth
2 Gol Kylian Mbappe Menangkan Real Madrid 2-1 atas Barcelona
AC Milan Lanjutkan Catatan Tanpa Kalah Usai Menang 2-0 atas Udinese
Komentar (0)
Memuat komentar…







