**Borneonews - Pontianak**, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, telah memulai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan *Monkey Pox* atau cacar monyet. Edukasi ini dilakukan di lingkungan rumah sakit dengan tujuan agar masyarakat lebih mengenal dan mencegah penyebaran virus yang menjadi penyebab utama penyakit tersebut.
Menurut Nihayatus Solikhah, seorang Penyuluh Kesehatan RSUD SSMA, penting bagi masyarakat untuk memahami sifat zoonosis dari penyakit ini. Artinya, virus *Monkey Pox* dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, ia juga menekankan bahwa penularan antar manusia tidak bisa diabaikan, sehingga masyarakat perlu waspada.
Dalam sesi edukasi tersebut, Nihayatus menjelaskan bahwa gejala awal cacar monyet dapat berupa demam, sakit kepala yang parah, nyeri otot, serta rasa ketidaknyamanan di bagian punggung dan kelemahan umum. Selain itu, pembengkakan kelenjar getah bening yang terletak di leher, ketiak, dan area selangkangan juga sering kali terjadi, disertai dengan kemunculan ruam atau lesi kulit yang khas.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ruam tersebut biasanya berkembang dari bintik merah yang mirip dengan cacar, kemudian berlanjut ke lepuh berisi cairan jernih, dan akhirnya menjadi lepuh yang mengandung nanah. Setelah beberapa saat, lepuh-lepuh tersebut akan mengeras, membentuk keropeng, dan rontok sendiri.
Meskipun gejala ini umumnya berlangsung antara dua hingga empat minggu dan dapat sembuh tanpa intervensi medis, Nihayatus mencatat bahwa dalam beberapa kasus, cacar monyet dapat berdampak lebih serius, termasuk komplikasi medis yang mungkin berujung pada kematian.
Untuk pencegahan, langkah-langkah yang dapat diambil mencakup perlindungan diri serta pembatasan kontak langsung dengan individu yang terinfeksi cacar monyet. Dia anjurkan untuk menghindari hubungan seksual yang berisiko dengan mereka yang terinfeksi *Mpox*, menjauhkan diri dari percikan air liur dari pasien yang terjangkit, serta tidak menyentuh benda-benda yang mungkin terkontaminasi virus dari individu yang sakit.
Selain itu, praktik kebersihan yang baik seperti mencuci tangan setelah berinteraksi dengan hewan atau orang yang terinfeksi juga sangat dianjurkan. Mengonsumsi daging yang sudah dimasak dengan benar serta memberikan vaksin kepada kelompok yang berisiko dapat menjadi langkah-langkah tambahan yang efektif untuk mencegah penularan virus *Mpox*.
ANTARA
RSUD SSMA Pontianak Edukasi Pencegahan Cacar Monyet Mpox
Bagikan:

PONTIANAK –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Komentar (0)
Memuat komentar…







