BOGOR –
**Borneonews - Kota Bogor**, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, yang terletak di Jawa Barat, sedang melakukan desain terhadap lorong Jalan Roda yang ada di kawasan pecinan Suryakencana. Tujuan dari desain ini adalah untuk menyediakan lokasi baru bagi relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan kuliner legendaris. Syarifah Sofiah, Sekretaris Daerah Kota Bogor, menjelaskan bahwa kawasan Suryakencana telah dikenal luas sebagai salah satu destinasi favorit bagi para wisatawan yang ingin menikmati berbagai hidangan kuliner. Namun, ia juga mencatat bahwa masih banyak pedagang yang berjualan di jalur pedestrian, sehingga dapat mengganggu kenyamanan pejalan kaki. Kondisi ini mendorong Pemkot Bogor untuk memanfaatkan Jalan Roda sebagai ruang baru untuk PKL. "Kita tidak memiliki lokasi yang memadai untuk relokasi PKL, sehingga pedagang masih berjualan di jalur pedestrian. Maka, kita berinisiatif untuk menggunakan Jalan Roda sebagai tempat untuk PKL," ujarnya. Dari total tujuh Jalan Roda yang terdapat di kawasan Suryakencana, Syarifah menginformasikan bahwa tiga di antaranya akan dimanfaatkan khusus untuk para PKL kuliner. Lorong-lorong tersebut akan dihias dengan ornamen yang berkaitan dengan budaya *Cina*, mengingat lokasi ini merupakan kawasan pecinan yang kaya akan sejarah. Perkiraan Syarifah menunjukkan bahwa sekitar 50 PKL akan direlokasi ke Jalan Roda. Meskipun demikian, jumlah ini belum mencakup keseluruhan pedagang yang ada di Suryakencana karena akan ada proses kurasi yang dilakukan lebih lanjut. Proses ini juga akan mencakup pedagang barang loak yang banyak dicari wisatawan. "Setiap lorong dapat menampung antara tujuh sampai delapan pedagang. Namun, kami akan melakukan kurasi agar lokasi ini hanya diisi oleh pedagang yang menyajikan makanan legendaris," jelasnya. Adapun penataan dan desain kawasan ini tidak akan dibiayai dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Sebaliknya, pendanaan berasal dari program Corporate Social Responsibility (CSR). "Kami berharap ini dapat dilaksanakan tahun ini, agar segera dimanfaatkan. Proses desain, pendataan, serta sosialisasi sedang berjalan," imbuhnya. ANTARA