BATAM –
**Borneonews - Batam**, Pemerintah Kota Batam di Kepulauan Riau telah mencatat bahwa satu individu penyandang disabilitas telah mendaftar dalam proses rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk tahun 2024. Terdapat dua formasi yang dialokasikan untuk para penyandang disabilitas yaitu di Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, Hasnah, dalam keterangannya pada hari Selasa, menjelaskan bahwa pendaftar untuk posisi disabilitas tercatat satu orang dari total dua formasi yang tersedia tersebut. Hasnah menambahkan bahwa dalam pemilihan CPNS untuk anggaran tahun 2024 ini, terdapat kebijakan yang memberikan perhatian khusus kepada penyandang disabilitas dan lulusan dengan predikat cumlaude. Dalam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor: 320 Tahun 2024, diatur adanya formasi khusus bagi penyandang disabilitas, dengan alokasi dua posisi di Kota Batam. Sementara itu, untuk lulusan cumlaude, Pemerintah Kota Batam juga telah menetapkan empat formasi khusus. Formasi ini mencakup satu posisi di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), satu di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), satu di Badan Perencanaan dan Penelitian Pembangunan Daerah (Bapelitbang), serta satu di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Hasnah juga memastikan bahwa proses seleksi CPNS dilakukan secara transparan. Informasi terkait rekrutmen akan diupdate melalui berbagai saluran digital, termasuk situs web resmi, akun Instagram, serta TikTok resmi pemerintah. Dia menambahkan bahwa pengumuman mengenai seleksi, perubahan jadwal pendaftaran, dan informasi terkait penggunaan materai elektronik akan disampaikan secara digital, memastikan semua informasi tersedia dengan cepat dan mudah. Hingga saat ini, jumlah pendaftar CPNS di Kota Batam telah mencapai 2.795 orang. Dengan adanya pengaturan yang lebih inklusif, diharapkan lebih banyak individu, termasuk para penyandang disabilitas, dapat berpartisipasi dalam proses ini. ANTARA