BORNEONEWS, Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas sudah memetakan 1.826 hektar untuk Provinsi Kalimantan Tengah agar segera memiliki kawasan industri. Kalteng merupakan satu-satunya provinsi yang belum memiliki kawasan industri.

“Kalau melihat dari berbagai pertemuan kita dengan Pak Gubernur yang baru, sepertinya beliau antusias sekali, bagaimana agar masyarakat Kalteng bisa sejahtera dengan sumber daya alam yang luar biasa. Dan juga pasti akan berdampak terhadap pajak bagi daerah untuk menunjang pembangunan daerah,” kata Kepala Bappeda Kapuas Yan Hendri Ale Senin (25/7/2016).

Menurut Ale, sapaan akrab Kepala Bappeda Kapuas, jika berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi berkualitas, sebenarnya kuncinya adalah kawasan industri. Karena sumber daya alam daerah setempat diharapkan dapat diolah dalam satu kawasan.

“Artinya sumber daya alam yang ada di kita seperti CPO dan sebagainya itu kita harapkan bisa diolah di satu kawasan yang memang bahan bakunya disini (Kapuas). Jadi, kalau kita berbicara pertumbuhan berkualitas kuncinya di situ,” ungkapnya

Oleh sebab itu, guna mendorong Provinsi Kalteng memiliki kawasan industri, Pemkab Kapuas telah menyiapkan kawasan industri di daerah setempat yang ditetapkan melalui surat keputusan Bupati Kapuas seluas 1.826 hektar.

“Kita harapkan ini nanti bisa dimasukkan dalam Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional. Karena kawasan industri itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Pelabuhan Batanjung, kemudian jalan sebagai faktor penunjang untuk kawasan industri,” katanya.

Gubernur Kalteng terang Ale, sangat  antusias dengan hal itu bagaimana agar masyarakat Kalteng bisa sejahtera, mengingat sumber daya alam di Kalteng cukup luar biasa dan sudah barang tentu akan berdampak terhadap pajak daerah untuk menunjang pembangunan daerah.

“Kalau Kalimantan Utara yang merupakan provinsi baru mereka sudah punya (kawasan industri). Belum lagi kalau kita bicara dengan Kaltim dan Kalbar, termasuk Kalsel juga sudah punya kawasan industri seperti Jorong dan Batu Licin,” pungkasnya.(DJEMMY NAPOLEON/m)