BATAM –
**Borneonews - Natuna**, Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut di bawah naungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kini tengah melaksanakan rehabilitasi terhadap Pelabuhan Midai yang terletak di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Proyek ini mendapat alokasi anggaran yang cukup signifikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp43 miliar. Bupati Natuna, Wan Siswandi, pada hari Selasa menyampaikan informasi mengenai anggaran ini dan menyebutkan bahwa total dana tersebut mencapai sekitar Rp43 miliar. Dia menegaskan bahwa pelaksanaan rehabilitasi ini merupakan hasil dari usulan masyarakat melalui forum musyawarah rencana pembangunan (musrenbang). “Usulan ini datang dari masyarakat, kami sebagai pemerintah daerah memperkuatnya melalui pertemuan dengan Dirjen Perhubungan Laut dan langsung berkomunikasi dengan menteri terkait,” ungkap Wan Siswandi. Rehabilitasi yang dilakukan mencakup perbaikan panjang pelabuhan yang mencapai 90 meter, serta pembangunan dermaga baru yang dirancang dengan ukuran 50 x 8 meter. Selain itu, akan ada penambahan sekitar sembilan unit lampu penerangan untuk mendukung berbagai aktivitas pelabuhan di malam hari. Diperkirakan, proyek rehabilitasi ini akan selesai pada bulan Desember tahun 2024. Wan Siswandi menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan infrastruktur di seluruh wilayah mereka. Diungkapkan pula bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap Natuna cukup besar, yang terwujud melalui kucuran anggaran APBN sebesar Rp900 miliar pada tahun 2023. “Dengan anggaran tersebut, kami dapat membangun jalan, embung, dan infrastruktur lainnya yang sangat diperlukan,” jelasnya. Sementara itu, Camat Midai, Zulfani Afwan, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Natuna dan pemerintah pusat atas berbagai pembangunan yang dilakukan di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa sejumlah bantuan telah diterima, mulai dari pembangunan jalan, perbaikan ruang kelas, hingga rehabilitasi pelabuhan. “Kami berharap pembangunan serta bantuan yang ada dapat terus berlanjut untuk daerah kami,” kata Zulfani. ANTARA