BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanuddin (RSUD SI) akhirnya memiliki alat Computerized Axial Tomography (CT Scan) baru, jenis 16 slice dengan lisensi dari Amerika Serikat.

"Iya, baru datang kemarin. Silakan cek langsung ke bagian pengadaan barang di RSUD," ujar Direktur RSUD SI, Suyuti Syamsul, saat dihubungi melalui ponselnya. Senin (25/7/2016).

Alat pemindai berbentuk lingkaran tersebut dikirim dari jakarta dan tiba di RSUD SI, Sabtu (23/7/2016). CT Scan berfungsi untuk mendiagnosis dan memonitor beragam kondisi kesehatan.

CT Scan jenis 16 slice itu, kata Suyuti, memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya dapat melihat jalannya pembuluh darah, tidak hanya dalam gambar namun juga dalam fungsi. Misalnya seperti pada pasien jantung atau stroke akan diketahui letak terjadinya sumbatan atau peradangan di pembuluh darah.

"Alat ini akan sangat membantu para dokter yang berpraktek di rumah sakit," ucapnya.

Selain itu, alat tersebut setidaknya akan memudahkan dokter melakukan tindakan medis pada pasien kardiovaskuler, pasien trauma akibat kecelakaan, bahkan pasien penyakit infeksi. Selain itu, dengan alat ini dokter langsung dapat mengetahui pasien layak dioperasi atau cukup menjalani obervasi.

Sementara itu pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) RSUD SI, Suyono mengungkapkan, alat seharga Rp3,5 miliar tersebut masih dalam tahap pemasangan dan pengistalan di ruang Radiology.

"Seluruh dinding ruangnya sudah kita pasang timah hitam untuk menahan radiasi, sekarang tinggal pengistalan dan perakitan alat," terang Suyono.

Meski dalam waktu dekat ini alat tersebut siap digunakan, namun tidak serta merta dapat beroperasi untuk melayani pasien. Pasalnya, alat tersebut masih menunggu peraturan daerah (Perda) terkait penggunaan dan tarif yang akan diberlakukan.

"Kita tunggu perdanya, informasinya sudah mulai dibahas," sebut Suyono. (UD/m)