PALEMBANG –
**Borneonews - Palembang**, Aparat kepolisian dari Polrestabes Palembang, Sumatera Selatan, berhasil menangkap seorang pelaku penembakan yang terjadi di kawasan Kalidoni. Pelaku tersebut melarikan diri ke Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, setelah melakukan aksi brutalnya. Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, mengungkapkan bahwa penangkapan terjadi pada tanggal 9 September 2024. Pelaku diciduk saat bersembunyi di Deli Serdang dan saat ini sudah dibawa kembali ke Palembang untuk proses lebih lanjut. Menurut keterangan yang disampaikan, kejadian penembakan terjadi pada hari Senin, 2 September 2024. Dalam peristiwa itu, pelaku melepaskan dua tembakan yang mengenai kepala dan dada korban. Tindakan tersebut diambil pelaku karena motif sakit hati terhadap korban. Setelah menembak, pelaku memastikan korban sudah tidak bernyawa sebelum melarikan diri menggunakan sepeda motor, yang kini juga telah diamankan pihak kepolisian. Sebelumnya, pelaku dikejar oleh aparat setelah insiden penembakan yang menewaskan seorang pria paruh baya di Ruko yang terletak di Jalan H Azaari, Kecamatan Kalidoni. Kapolrestabes menambahkan bahwa korban adalah seorang petugas keamanan yang juga dikenal sebagai teman pelaku. Perselisihan di antara mereka dipicu oleh kekecewaan pelaku karena merasa tidak mendapatkan dukungan dalam upaya peningkatan kesejahteraan, termasuk dalam hal permintaan bantuan untuk menaikkan upah tambahan pembebasan lahan. Korban yang memiliki inisial N telah menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk memastikan penyebab kematiannya. Istri korban tampak sangat terpukul dan histeris pada saat kejadian, meminta pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku. Teriakan tersebut diiringi upaya keluarganya untuk menenangkan keadaannya. Dokter forensik yang menangani autopsi, Indra Nasution, menyatakan bahwa ditemukan satu tembakan yang menembus dari pipi kiri korban ke kanan. Insiden ini menunjukkan betapa seriusnya masalah kekerasan yang terjadi di lingkungan masyarakat setempat. ANTARA