MATARAM –
**Borneonews - Kota Bima**, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bima, yang terletak di Nusa Tenggara Barat, menyampaikan harapannya agar Penjabat (Pj) Wali Kota Bima, Mukhtar, dapat bertindak sebagai pengawas netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada tahun 2024. Dalam sebuah evaluasi yang dilakukan, Ketua Bawaslu Kota Bima, Atina, mengungkapkan bahwa wilayah Kota Bima dikenal sebagai daerah yang rawan terjadinya konflik dalam konteks pilkada, dengan catatan tingkat pelanggaran netralitas ASN yang cukup tinggi. "Hingga saat ini, terdapat sebanyak 12 kasus pelanggaran yang telah tercatat di Kota Bima," ungkapnya setelah melaksanakan pertemuan dengan Pj Wali Kota Mukhtar di Kota Bima pada hari Selasa. Atina juga menjelaskan bahwa Bawaslu, melalui Kelompok Kerja (Pokja) Netralitas ASN, berencana untuk menjalin kerja sama yang erat dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Pemerintah Kota Bima. Tujuan dari kolaborasi ini adalah untuk secara bersama-sama mengawasi jalannya pilkada agar tetap sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Menanggapi hal tersebut, Pj Wali Kota Bima, Mukhtar, mengklaim bahwa Pemerintah Kota Bima berkomitmen untuk bekerja sama dengan Bawaslu Kota Bima. Ia juga mengumumkan rencana untuk mengadakan rapat koordinasi guna menandatangani Pakta Integritas yang berkaitan dengan netralitas ASN. "Penandatanganan komitmen tersebut akan melibatkan semua kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta pengawas dan kepala sekolah di seluruh Kota Bima," tandasnya. Mukhtar menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bima tidak akan segan-segan untuk mengambil tindakan tegas, termasuk memberikan sanksi disiplin, bagi ASN yang melanggar komitmen netralitas tersebut. "Kami berharap langkah ini dapat mendorong ASN untuk melaksanakan tugas mereka sebagai aparatur sipil negara dengan sikap yang netral terhadap politik. Hal ini diharapkan akan menciptakan situasi yang damai selama pelaksanaan pilkada di Kota Bima," tambahnya. ANTARA