BORNEONEWS, Kapuas - Dalam rangka mendukung pencapaian swasembada berkelanjutan padi, jagung, dan pencapaian swasembada kedelai perlu upaya peningkatan produksi antara lain dengan mengurangi kehilangan hasil (losses).

Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten Kapuas melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kapuas mengalokasikan Bantuan Sarana Pasca Panen yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian.

Bantuan Alat Mesin Pertanian dan Sarana Pascapanen Kepada GAPOKTAN, POKTAN, POKTAN UPJA Wilayah Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2016 itu diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat, di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Senin (25/7/2016) Pagi.

Adapun jenis bantuan alat mesin pertanian dan sarana pascapanen tersebut yaitu 17 Unit Combine Harvester Kecil, lima Unit Combine HarvesterSedang, lima Unit Power Therser, dua unit kendaraan roda tiga, 307 Unit Traktor, 58 unit pompa air  dan 30 Unit Rice Tranplanter (Mesin Perontok Padi).

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kapuas Anjono Bhakti menjelaskan, Kabupaten Kapuas mendapatkan 51 Hand Traktor, 4 Unit Traktor Roda Empat, 11 Unit Pompa Air, dan 10 Unit Alat Tanam/Transplanter atas penghargaan yang didapatkan sebagai pemenang Lomba Pencapaian Target Luas Tanam MT Okmar 2015/2016 Kelas A bekerja sama dengan Kodim 1011/Klk.

Bupati Kapuas dalam sambutannya menegaskan, bantuan alat pertanian tersebut tanpa ada pungutan. Untuk itu, ia menekankan, apabila ada yang memungut dan meminta uang untuk bantuan tersebut segera melaporkan kepada Bupati untuk diproses oleh polisi.

Ia meminta kepada Kelompok Tani agar memelihara alat pertanian yang telah diserahkan dengan baik. Selain itu, ia meminta juga agar melakukan inovasi, melakukan gerakan dan melakukan pembukaan lahan dengan  penuh rasa tanggung jawab dengan harapan produksi padi dan hasil pertanian lainnya di Kabupaten Kapuas meningkat.

“Jangan nanti dikasih bantuan peralatan ini produksi padi jadi semakin menurun. Saya yakin dan percaya dengan bantuan yang diberikan Kabupaten Kapuas akan menjadi Lumbung Padi Kalimantan Tengah dan ke depan produktivitas pertanian semakin meningkat dari tahun ke tahun,” tekan Ben Brahim. (DJEMMY NAPOLEON/m)