BORNEONEWS, Sukamara - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), H Darliansjah, mengungkapkan bahwa Shrimp Estate Berkah di Desa Sei Raja, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara, telah mencapai hasil yang menggembirakan setelah beberapa kali panen parsial.
Sebelum panen perdana, telah dilakukan 17 kali panen parsial yang menghasilkan 118,9 ton udang vaname senilai Rp8,677 miliar dari dua siklus panen kluster atau 36 kolam.
Panen parsial ini menghasilkan udang dengan ukuran 77 - 85 hingga mencapai ukuran 26 per kilogram, menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas dan ukuran udang yang dibudidayakan.
"Pendapatan dari seluruh hasil panen parsial ini merupakan bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kalimantan Tengah, yang memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan ekonomi daerah. Keberhasilan ini mencerminkan potensi besar sektor perikanan Kalimantan Tengah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal," ujar Darliansjah, Selasa 10 September 2024.
Hasil ini juga, lanjutnya, menunjukkan kinerja yang sangat baik dari budi daya udang vaname di kawasan tersebut, memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD Kalteng dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
--page
"Dengan 17 kali panen parsial yang menghasilkan 118,9 ton udang vaname senilai Rp8,677 miliar dari dua siklus panen kluster atau 36 kolam, menjadi angin segar untuk mendokrak ekonomi daerah," ungkapnya.
Keberhasilan Shrimp Estate Berkah, tambahnya, memiliki potensi besar untuk menjadi pemeran utama dalam hal ekspor komoditas udang. Dengan kualitas udang yang semakin meningkat, baik dari segi ukuran maupun kuantitas, kawasan ini dapat menjadi pusat produksi udang vaname yang kompetitif di pasar internasional.
"Hal ini tidak hanya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga membuka peluang ekspor yang lebih luas, menjadikan Kalimantan Tengah sebagai salah satu pemain utama di industri perikanan nasional dan global," tandasnya. (MARINI/Y)









