JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Pelatih tim basket putri Jakarta, Parna Abrizalt Hasiholan, menyampaikan harapannya agar banyak pemain dari timnya dipanggil untuk memperkuat tim nasional basket putri Indonesia. Pernyataan ini disampaikan setelah tim Jakarta meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024. Tim Jakarta berhasil mengalahkan juara bertahan PON Papua, yakni Jawa Timur, dengan skor akhir 77-56 dalam pertandingan final yang berlangsung di GOR Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada hari Selasa. Keberhasilan ini tentunya menjadi pencapaian yang membanggakan bagi tim dan pelatih. Parna mengekspresikan keyakinannya, “Semoga dari tim saya ini banyak yang dipanggil oleh tim nasional Indonesia, karena mereka adalah pemain-pemain berbakat.” Pernyataan ini mencerminkan keyakinan Pelatih Parna terhadap potensi dan kemampuan para pemainnya. Dia menyoroti pentingnya evaluasi cepat dan pengembangan berkelanjutan sebagai kunci kesuksesan dalam meraih medali emas. Meskipun timnya sempat mengalami konflik internal, mereka dapat mengatasi hambatan tersebut. “Kendala pasti ada, tapi kami berusaha melakukan evaluasi segera. Dalam acara seperti ini yang hanya berlangsung seminggu, setiap kegagalan harus segera dievaluasi dengan cepat,” tutur Parna. Untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih, Parna menegaskan bahwa tim perlu berpartisipasi dalam lebih banyak kompetisi dan pertandingan sebagai persiapan menuju PON berikutnya yang akan diadakan di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur pada tahun 2028. Pelatih ini juga mengungkapkan bahwa ada empat pemain yang kini masuk dalam radar tim, dengan dua di antaranya sudah tergabung dalam roster Jakarta selama PON kali ini, yaitu Maxine Maria Sutisna dan Keisha Hasna. Parna merincikan, “Ada empat orang yang akan terus bermain hingga PON 2028. Mereka adalah Abi, Keira, Maxine, dan Clara. Sayangnya, Clara kini sedang berada di Amerika sehingga belum dapat kembali.” Di pihak lain, Jawa Tengah berhasil meraih medali perunggu setelah menghadapi Jawa Barat dalam laga yang berakhir dramatik dengan skor 64-60. Keberhasilan ini menunjukkan persaingan yang ketat di antara tim-tim basket di Indonesia. ANTARA