SEMARANG –
**Borneonews - Surakarta**, Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Jawa Tengah, menekankan pentingnya melakukan deteksi dini untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC) pada anak-anak. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Tenny Setyoharini, saat memberikan keterangan di Surakarta. Tenny mengungkapkan bahwa deteksi dini sangat diperlukan, yang mencakup investigasi kontak untuk mengetahui siapa saja yang terpapar secara erat dengan pengidap TBC. Dengan melakukan langkah ini, diharapkan dapat menekan penyebaran TBC pada anak-anak serta mengetahui potensi penularannya. Dalam proses investigasi kontak, Tenny menyamakan pendekatan yang dilakukan dengan metode *tracing* yang diterapkan selama pandemi COVID-19. Dengan metode ini, akan lebih mudah mengidentifikasi pengidap awal TBC dan memberikan penanganan medis yang diperlukan, termasuk pengobatan pencegahan atau profilaksis bagi mereka yang terdeteksi. Ia juga menyoroti pentingnya imunisasi Bacillus Calmette Guerin (BCG) bagi anak-anak untuk mencegah infeksi TBC. Tenny mencatat sampai dengan 6 September, terdapat 428 kasus TBC di kalangan anak di Kota Surakarta, dari total 1.787 kasus TBC yang terverifikasi. Di sisi lain, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Surakarta, Purwanti, menekankan bahwa kerja sama dari semua pihak sangat diperlukan dalam upaya pencegahan penularan TBC. Langkah-langkah seperti penguatan kerja sama antar lembaga, serta pemantauan dan evaluasi yang berkala, juga dianggap krusial untuk mengatasi masalah kesehatan ini secara efektif. ANTARA