BANTEN –
**Borneonews - Tangerang Selatan**, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, secara resmi mengintegrasikan pencak silat sebagai muatan lokal untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Langkah ini diambil setelah sebelumnya pencak silat juga diterapkan sebagai muatan lokal di tingkat Sekolah Dasar (SD). Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menegaskan pentingnya budaya lokal, terutama yang berkaitan dengan pencak silat, untuk dijadikan bagian yang tak terpisahkan dari sistem pendidikan di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan saat peluncuran buku muatan lokal pencak silat untuk SMP yang berlangsung di Global Islamic School Buaran Serpong. Benyamin menjelaskan, tujuan dari pengintegrasian pencak silat ini tidak hanya untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas secara intelektual, tetapi juga untuk meningkatkan kecerdasan *nuraniah* serta aspek lainnya yang menunjang perkembangan anak. Ia menyebutkan, tantangan bagi anak-anak di era sekarang semakin kompleks. "Anak SMP saat ini mungkin bisa menunjukkan emosi yang lebih intens daripada tingginya badan mereka, sehingga perlu arah yang tepat," ujarnya. Wali Kota juga menekankan pentingnya kegiatan tambahan di luar kurikulum sekolah yang mampu mengasah kapasitas SDM dan sekaligus menghasilkan prestasi akademik yang membanggakan bagi para siswa. Melalui muatan lokal pencak silat, diharapkan dapat menjadi sarana untuk pengembangan karakter, pengenalan kekayaan budaya, dan pembentukan sikap mental yang positif. Benyamin berharap pencak silat dapat berkontribusi signifikan dalam pembentukan karakter baik serta meningkatkan kesadaran sosial di kalangan generasi muda. "Kita perlu menanamkan kearifan dalam pikiran dan kekuatan batin mereka. Insya Allah, dengan praktik silat ini, kami bisa memberikan arahan yang tepat, diikuti dengan pengajaran akhlak yang baik," tutupnya. ANTARA