JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan bahwa Kredit Kepemilikan Kendaraan Bermotor (KKB) akan terus tumbuh hingga akhir tahun 2024. Hal ini berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan oleh OJK dalam Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO) untuk triwulan III-2024. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, Aman Santosa, menyampaikan bahwa meskipun pertumbuhan KKB diperkirakan melambat dibandingkan tahun sebelumnya, optimisme tetap ada. Menurutnya, permintaan untuk KKB diprediksi akan meningkat pada triwulan IV-2024, seiring dengan hadirnya berbagai promo dan diskon besar menjelang akhir tahun. Lebih lanjut, kebijakan pemerintah dengan memberikan insentif pajak juga diharapkan dapat meningkatkan permintaan terhadap kredit kendaraan bermotor, memberikan dampak positif bagi pertumbuhan sektor ini. Survei SBPO yang melibatkan 93 bank responden menunjukkan bahwa sektor perbankan optimis terhadap kinerja mereka di triwulan III-2024. Optimisme tersebut didorong oleh harapan akan perbaikan dalam kondisi ekonomi makro, serta peningkatan fungsi intermediasi perbankan. Meskipun ada tantangan terkait kondisi makroekonomi global yang tidak sepenuhnya mendukung, sektor perbankan dinilai mampu mengelola risiko-risiko yang dihadapi. Di sisi lain, OJK juga mencatat bahwa premi kendaraan bermotor hingga Mei 2024 mencapai Rp9,39 triliun, mengalami kenaikan sebesar 5,36 persen secara tahunan (year-on-year atau *YoY*). Ini terjadi meskipun penjualan kendaraan domestik mengalami penurunan sebesar 13,29 persen dalam periode yang sama. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menjelaskan bahwa premi kendaraan bermotor tidak hanya berasal dari asuransi kendaraan baru, melainkan juga dari asuransi kendaraan yang sudah ada. OJK mendorong perusahaan-perusahaan asuransi untuk berinovasi serta mendiversifikasi produk mereka. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada asuransi kendaraan bermotor. Ogi mengungkapkan perlunya promosi untuk produk asuransi berbasis penggunaan, termasuk konsep *telematika*, atau jenis produk asuransi lain yang dapat memenuhi kebutuhan dan perilaku konsumen yang terus berubah. Inovasi tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan yang lebih baik bagi konsumen di tengah dinamika pasar yang kian kompetitif. ANTARA