SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Perusahaan teknologi global Zoho telah menjalin kerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya untuk mengintegrasikan modul *low-code/no-code* (LCNC) dalam kurikulum pendidikan melalui program Young Creator Program (YPC). Kolaborasi ini diharapkan dapat memberdayakan para mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan di era digital saat ini. Handito Aji Saroso, Country Lead Zoho Indonesia, mengungkapkan bahwa tahun ini program tersebut akan mencakup pelatihan bagi dosen, yang bertujuan untuk mempersiapkan mereka dalam mengajarkan modul LCNC yang baru akan diterapkan dalam kurikulum pada tahun berikutnya. Menurutnya, keberhasilan kolaborasi yang telah berlangsung selama setahun lalu menjadi alasan kuat untuk memperdalam kerjasama ini. "Kami sangat senang dapat melakukan kolaborasi lebih erat dengan ITS dan menjadi yang pertama dalam memasukkan Zoho Creator ke dalam kurikulum perguruan tinggi," ungkap Handito. Platform yang diperkenalkan ini bertujuan untuk memberikan kekuatan kepada masyarakat untuk mengembangkan aplikasi bisnis melalui *Zoho Creator* tanpa memerlukan keterampilan pemrograman yang mendalam. Ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia yang sedang berusaha mencapai visi Indonesia Emas 2045, di mana terdapat penekanan untuk membekali generasi muda, yang berusia antara 15 hingga 30 tahun, dengan keterampilan digital yang diperlukan. Meskipun generasi ini telah menjadi pilar utama dalam penggerak ekonomi digital, pengembangan lebih lanjut dalam kemampuan mereka sangat dibutuhkan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional. YPC bertujuan untuk membina talenta muda yang inovatif dan meningkatkan literasi digital agar dapat mengatasi berbagai tantangan bisnis di dunia nyata. Dengan kemudahan aksesibilitas yang ditawarkan oleh solusi LCNC, usaha kecil dapat mengembangkan aplikasi mereka sendiri meski dengan pengetahuan pemrograman yang terbatas. Hal ini diharapkan dapat mengurangi biaya operasional dan mempercepat proses pemasaran, serta menciptakan peluang yang lebih adil bagi seluruh pelaku bisnis. Kolaborasi antara Zoho dan ITS ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara pendidikan akademis dan tuntutan yang ada di dunia usaha. Dengan cara ini, keduanya ingin menambahkan praktik dan pengalaman terbaik ke dalam kurikulum, memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi talenta lokal dan komunitas bisnis yang lebih luas. Dalam pernyataannya, Ketua Jurusan Manajemen Bisnis ITS, Dr.oec. HSG Syarifa Hanoum, S.T., M.T., mengatakan bahwa keberhasilan inisiatif seperti YPC telah memotivasi mahasiswa untuk berinovasi dan mengadopsi digitalisasi dalam bisnis tanpa harus menguasai pemrograman secara mendalam. Ia juga menjelaskan bahwa program *Training of Trainers* telah mempersiapkan para dosen untuk menjadi pendidik yang handal dalam mengedukasi literasi digital di masyarakat. "Kolaborasi ini tidak hanya menjangkau mahasiswa dan fakultas di ITS, tetapi juga memberikan support kepada UMKM dalam mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan bisnis mereka. Hal ini merupakan kontribusi signifikan bagi masyarakat yang lebih luas," tambahnya, menegaskan dampak positif dari program ini bagi semua pihak yang terlibat. ANTARA