**Borneonews - Jakarta**, Negara-negara di kawasan Afrika menunjukkan respons positif terhadap inisiatif dan partisipasi Indonesia dalam pengembangan wilayah tersebut, terutama yang diabadikan dalam Forum Indonesia-Afrika (IAF) yang berlangsung pada awal September lalu. Pernyataan ini disampaikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, dalam sebuah wawancara di Jakarta.
Zuhairi mengungkapkan bahwa posisi Indonesia sebagai salah satu pelopor dalam Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada tahun 1955 telah memberikan pijakan yang kuat. Hal ini membuat negara-negara Afrika sangat menghargai kontribusi Indonesia hingga saat ini. Ia menambahkan, "Tampak jelas bagaimana negara-negara di Afrika kini memandang Indonesia dengan penuh rasa bangga, kedekatan, dan persahabatan yang luar biasa."
Menurutnya, hubungan yang erat antara Indonesia dengan negara-negara Afrika tidak lepas dari pengaruh positif yang ditanamkan oleh Presiden pertama RI, Soekarno. Soekarno dikenal sebagai sosok yang gigih memperjuangkan kemerdekaan bagi negara-negara Afrika pada masa lalu, sehingga menciptakan ikatan emosional yang kuat. Keberadaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tunis, yang merupakan satu-satunya perwakilan dari negara ASEAN di kawasan Afrika Utara, juga mencerminkan komitmen ini.
Zuhairi menjelaskan, "Bung Karno telah meletakkan fondasi yang kokoh untuk membangun kemitraan strategis dengan negara-negara di Afrika sejak dahulu." Melalui semangat yang lahir dari KAA 1955, Forum Indonesia-Afrika ini berhasil menghidupkan kembali solidaritas dan perjuangan Asia-Afrika, terutama dalam aspek kerja sama ekonomi.
Dalam IAF ke-2, kesepakatan di bidang ekonomi dan perdagangan yang terjalin mencapai angka 3,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp55 triliun. Menurut Zuhairi, angka ini menjadi indikasi akan pesatnya hubungan perdagangan yang berkembang antara Indonesia dan negara-negara Afrika.
"Hal ini menegaskan betapa pentingnya peranan Indonesia dalam kerja sama perdagangan dengan kawasan Afrika, yang telah berlanjut sejak Konferensi Asia-Afrika tahun 1955," tuturnya.
Dari sisi lainnya, Direktur Afrika di Direktorat Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Dewi Justicia Meidiwaty, menuturkan bahwa sebanyak 40 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta perusahaan swasta Indonesia telah berkomitmen untuk memperkuat hubungan ekonomi dan menciptakan kerja sama dengan negara-negara di Afrika melalui IAF ke-2.
Ia juga menyebutkan beberapa perusahaan yang terlibat, di antaranya adalah Pertamina, konsorsium Defend ID, Pindad, Biofarma, dan Perusahaan Gas Negara. Keterlibatan aktif berbagai entitas ini mencerminkan tekad Indonesia untuk menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan kawasan Afrika.
ANTARA
Indonesia Dikenang Afrika untuk Dukungan dan Kerja Sama Ekonomi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Komentar (0)
Memuat komentar…







