**Borneonews - Serang**, Pemerintah Provinsi Banten memastikan bahwa akses masyarakat terhadap layanan kesehatan akan semakin dipermudah dengan tercapainya 99 persen *Universal Health Coverage* (UHC). Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Virgojanti, dalam sebuah forum komunikasi dan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk tahun 2024.
Virgojanti menegaskan bahwa dengan tingkat capaian UHC yang tinggi, masyarakat tidak perlu khawatir, terutama bagi mereka yang belum terdaftar dalam program kepesertaan BPJS Kesehatan. Ia menjelaskan bahwa masyarakat yang tidak memiliki atau belum terdaftar dalam program ini dapat menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai langkah sementara. Dengan menunjukkan SKTM ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat, masyarakat akan secara otomatis didaftarkan ke dalam BPJS Kesehatan.
"Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. BPJS Kesehatan juga telah bertekad untuk terus meningkatkan kualitas layanannya," kata Virgojanti.
Diungkapkan juga bahwa peserta baru yang didaftarkan oleh pemerintah kini dapat langsung memanfaatkan layanan kesehatan tanpa harus menunggu proses pendaftaran selama 14 hari kerja. Hal ini diharapkan dapat mempercepat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Virgojanti menambahkan bahwa terdapat banyak isu yang dibahas bersama pihak-pihak terkait, terutama mengenai tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kepesertaan BPJS mandiri. "Kami ingin meningkatkan partisipasi ini, sehingga diadakan rakor ini untuk menciptakan komunikasi yang lebih baik," ujarnya.
Virgojanti juga menyoroti bahwa RSUD Banten sedang mempersiapkan layanan untuk pasien kanker, yang memudahkan mereka mendapatkan perawatan tanpa harus bepergian jauh ke Jakarta. "Dengan demikian, masyarakat Banten yang membutuhkan perawatan kanker tidak perlu jauh-jauh pergi ke Jakarta," jelasnya.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Serang, Adiwan Qodar, juga menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mengoptimalkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Banten. Hal ini mencakup peningkatan kepesertaan serta mutu layanan kesehatan yang harus semakin baik.
"Banyak hal telah dibahas terkait dengan capaian dan permasalahan yang ada, serta solusi yang memerlukan dukungan semua pihak, agar manfaat JKN dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat," tambahnya.
Dengan inisiatif-inisiatif tersebut, diharapkan akses layanan kesehatan di Provinsi Banten dapat lebih mudah dan optimal bagi semua lapisan masyarakat.
ANTARA
Pemprov Banten Permudah Akses Layanan Kesehatan Melalui UHC
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Komentar (0)
Memuat komentar…







